BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Skuad Persibo dalam menjamu Persiku Kudus di Stadion Letjend Soedirman (SLS), Senin (20/1) lalu belum bisa maksimal. Alasannya, memiliki beberapa persoalan. Mulai dari fisik, psikologis, hingga taktikal.
Meski berhasil menang tipis 1-0 pada laga perdana babak playoff degradasi Liga 2 tersebut.
Selain itu, kondisi stadion yang sepi penonton pada laga Senin (20/1) sore itu, juga berdampak performa pemain. Penonton hadir di laga kandang Persibo di babak playoff degradasi tersebut tak sampai 500 orang.
Tentu berdampak pada psikologis pemain, terlebih kondisi mental pemain sedang menurun akibat hasil pertandingan sebelumnya. Padahal, para pemain klub kebanggaan masyarakat Bojonegoro membutuhkan support dan dukungan dari penonton agar kepercayaan diri bisa kembali meningkat.
Pelatih Persibo Kahudi Wahyu mengatakan, setiap pertandingan pasti ada evaluasi. Teritama kondisi fisik pemain. Terlebih psikologis pemain masih terganggu sehingga fisik menurun.
‘’Berhubungan dengan aspek mental,” ungkapnya.
Selain itu, evaluasi bakal dilakukan pada aspek penempatan posisi pemain. Ketika posisi pemain benar, penguasan bola lebih kuat. Juga masalah penyelesaian akhir. Pada laga lawan Persiku banyak peluang belum terjadi gol.
Pemain Persibo Osas Saha mengatakan, ketika para pemain bertanding melawan Persiku Kudus, suporter tak banyak yang mendukung langsung di stadion. Sehingga merasa berjuang sendiri.
‘’Kami berjuang mati-matian,” ungkapnya.
Osas menjelaskan, para pemain Persibo tidak mudah melupakan hasil pertandingan penentu untuk lolos ke bebak delapan besar. Terlebih mental pemain sedang menurun. Sehingga pertandingan perdana babak playoff degradasi sangat sulit.
‘’Bersyukur hasil di pertandingan tersebut luar biasa,” jelasnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana