BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Persibo berhasil mengawali langkah di babak playoff (babak penentuan ke babak selanjutnya) Liga 2 dengan menang tipis.
Gol di menit ke 72 melalui Osas Saha itu membawa tim berjuluk The Giant Killer menang tipis 1-0 atas Persiku di laga yang berlangsung di Stadion Letjend Soedirman SLS kemarin (20/1).
Gol pemain naturalisasi tersebut mendapat protes dari pemain dan ofisial Macan Muria. Menilai tendang bebas pemain Persibo tidak sesuai titik pelanggaran dan bola dalam kondisi berjalan. Sehingga meminta gol tersebut dianulir. Bahkan para pemain dan ofisial kembali melakukan protes pada wasit di akhir laga.
Sebaliknya, pelatih Persibo menilai kemenangan ini luar biasa. Terlebih kondisi pemain, baik fisik maupun psikologis kurang baik. Tentu menjadi pertandingan berat bagi para pemain klub kebanggaan masyarakat Bojonegoro.
Pelatih Persibo Kahudi Wahyu mengatakan, hasil pertandingan ini patut disyukuri. Terima kasih pada semua pemain. Terlebih laga perdana di playoff degradasi tersebut sangat berat untuk pemain.
‘’Ke depan kami tetap memiliki semangat yang tinggi,’’ ungkapnya.
Kahudi meminta para pemain menjaga kondisi untuk pertandingan selanjutnya. Sehingga ada peningkatan kondisi fisik dan kepercaya diri kembali.
‘’Kami sadar pertandingan ini sangat sulit untuk para pemain,’’ jelasnya.
Pemain Persibo Osas Saha mengatakan sebenarnya pertandingan ini sangat sulit. Alasannya tidak ada waktu persiapan. Juga tak ada kesempatan untuk istirahat.
‘’Hasil pertandingan ini sangat luar biasa untuk kami,’’ ungkapnya.
Pelatih Persiku Bonggo Pribadi mengatakan, pertandingan sebenarnya seimbang. Para pemain memiliki peluang. Namun, tak bisa dimaksimalkan untuk menciptakan gol.
Bonggo menilai pertandingan berjalan tidak baik. Ada aturan yang diabaikan ketika tendangan bebas pemain Persibo. Namun wasit sudah memutuskan seperti itu, mau tidak mau tetap menerima.
‘’Kami akan melupakan pertandingan ini, dan fokus pertandingan berikutnya,’’ jelasnya. (irv/msu)
Editor : Hakam Alghivari