HASIL pertandingan terakhir Persibo kontra Deltras FC sangat disesalkan seluruh elemen suporter. Pasalnya, keputusan pertandingan menuai banyak kritik. Bahkan, menjadi preseden buruk bagi sepak bola dunia.
Juga pergantian pelatih oleh manajemen berjuluk Laskar Angling Dharma itu dianggap berakibat pada performa kian menurun. ’’Masalah manajemen perlu dibenahi lagi,” ujar Eka Dwipa salah satu Persibo Fans asal Kecamatan Ngraho kemarin (19/1).
Dia mengatakan, di putaran pertama permainan Persibo patut diapresiasi. Menurutnya, sangat gacor dengan memimpin klasemen di bawah kepemimpinan Coach Regi Aditya. Namun, disesalkan Coach Regi tidak tuntas mengawal Persibo dan diganti Coach Kahudi.
’’Di mana putaran kedua ini performa malah menurun. Dan, yang paling memprihatinkan sampai tidak lolos delapan besar. Padahal peluang sangat besar di depan mata,” ujar Dwipa.
Diketahui, nahkoda Persibo yaitu Regi Aditya sejak 31 Juli 2024. Nama Regi seakan menjadi harapan bagi masyarakat Kota Minyak. Namun, tren gonta-ganti pelatih seperti menjadi rutinitas Persibo, saat Regi memutuskan mengundurkan diri meski sudah membawa Persibo bertengger di posisi pertama grup C.
Keputusan tersebut, pun dipertanyakan. Sebab, pelatih akrab dengan formasi 4-3-3 tersebut sudah memberikan 17 poin di delapan laga bagi Persibo.
Presiden Persibo Deddy Adrianto Wibowo menuturkan, bahwa mundurnya Regi dari Persibo bukan keputusan klub. Namun, karena alasan keluarga. Bahkan, sudah tiga kali mengajukan pengunduran diri.
Deddy, memastikan tidak ada persoalan dengan manajemen maupun keterlambatan gaji. ’’Memang ini permintaan sudah ketiga kalinya untuk mundur,” jelasnya. Sebagai gantinya, manajemen pun bergerak cepat dengan mencari pengganti yang tepat sesuai kebutuhan tim.
Dan, nama Kahudi Wahyu ditunjuk membawa target lolos delapan besar dan menjalani debut melawan Persipura pada 1 Desember 2024. Sayangnya, debut Kahudi berakhir kekalahan 3-2 atas Mutiara Hitam. Selama menukangi Persibo, Kahudi pun hanya berhasil membawa Persibo menang dua kali dan menelan empat kekalahan. (yna/dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana