Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Deltras Sidoarjo 1-1 Persibo Bojonegoro: Laga Panas! Amir Hamzah Jadi Supersub, Persibo Angkut Satu Poin Rebut Tiket Delapan Besar

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 12 Januari 2025 | 02:25 WIB
(Instagram Persibo Bojonegoro)
(Instagram Persibo Bojonegoro)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sesuai perkiraan banyak pihak, laga penutup fase grup Liga 2 di Grup 3 antara Deltras Sidoarjo dengan Persibo Bojonegoro (11/1) berlangsung sangat sengit dengan hasil imbang 1-1. Bahkan, sengitnya duel antara kedua tim Jawa Timur tersebut juga menyebabkan kerusuhan pasca pertandingan.

Pada pertandingan kali ini kedua tim sama-sama datang dengan modal kuat. Persibo baru saja berpesta gol melawan RANS Nusantara di kandang sendiri (4/1). Sementara, Deltras merebut kemenangan 2-1 dari Gresik United, juga di kandang mereka (5/1).

Selain sama-sama berpeluang lolos ke babak delapan besar Liga 2 2024/2025, keduanya juga masih dapat digeser oleh Persipal Palu yang berhadapan dengan Persipura Jayapura di saat yang sama. Sehingga, jika tidak ingin berpikir tentang Persipal, maka kedua tim harus saling bunuh satu sama lain dan berharap Persipal tidak menang atas Persipura.

Baru delapan menit laga berjalan, Deltras mengambil alih pimpinan pertandingan setelah Emerson Carioca sukses memanfaatkan bola yang sebelumnya ditepis kiper Persibo, Muhammad Ridho. Ridho salah mengantisipasi bola sepakan Emerson, menyebabkan bola masuk ke gawang yang kosong melompong.

Tidak ingin tertinggal lebih jauh, Laskar Angling Dharma (julukan Persibo) langsung tancap gas bergerak menghajar lini belakang Persibo. Namun, juga kerap kali harus turun kembali untuk menambal pertahanan sendiri. Permainan juga dipenuhi kontak fisik, dan babak pertama sempat diwarnai dengan insiden kiper Deltras, Panggah Prio Sembodo yang sempat tak sadarkan diri di lapangan setelah bertabrakan dengan Enzo Celestine.

Beruntung, Panggah kemudian dapat bangun tanpa banyak bantuan medis dan tidak perlu digantikan oleh Juan Meka. Namun, Pelatih Deltras Bejo Sugiantoro dihadiahi kartu kuning oleh wasit karena memprotes keputusan terhadap insiden tersebut secara berlebihan.

Di babak kedua, Persibo masih mencoba menembus pertahanan Deltras. Namun, serangan yang dilakukan masih banyak yang dipatahkan. Selain itu, mereka juga harus maju-mundur menambal pertahanan sendiri yang nyaris dapat dibobol pasukan The Lobster (julukan Deltras).

Merespons ketidakefektifan serangan, Pelatih Persibo Kahudi Wahyu Widodo memutuskan melakukan pergantian sejumlah pemain. Derry Rachman, Ferinando Pahabol, Amir Hamzah, dan Slamet Nurcahyono dipanggil sebagai tenaga penyegar.

Hingga akhir waktu normal, Deltras masih unggul 1-0 dan nampak akan melangkah ke babak 8 besar. Dengan banyaknya insiden antar pemain yang terjadi di babak kedua, wasit memberikan tambahan waktu sebanyak enam menit.

Enam menit tersebut menjadi berkah menjadi Persibo, yang mendapat dua kesempatan tendangan bebas di titik kritis. Pada percobaan pertama di menit ke-93, tendangan Otavio Dutra mental di pagar betis pemain Deltras. Namun, masih dapat dijaga di lini bertahan Deltras.

Tepat di detik-detik akhir pertandingan, Laskar Angling Dharma diberi kesempatan tendangan bebas kedua di dekat kotak penalti setelah Otavio Dutra ditendang oleh Wisal El-Burji. Meskipun tendangan Osas Saha mental ke arah mistar, Amir Hamzah sukses memanfaatkan bola muntah tersebut dan mendaratkan ulang bola ke jala Deltras.

Tidak terima dengan proses gol yang terjadi, para pemain Deltras melayangkan protes ke hakim garis, diikuti oleh beberapa pemain Persibo yang berusaha melerai. Namun, pemandangan Stadion Delta Sidoarjo langsung berubah menjadi neraka setelah seluruh pemain Deltras mengejar hampir seluruh perangkat pertandingan.

Beruntung, semua perangkat pertandingan dapat kembali ke dalam ruang ganti dengan selamat. Dan, para pemain dan ofisial Deltras dihalangi oleh petugas keamanan setempat. Namun, mendadak perhatian mereka berganti ke arah pemain Persibo.

Tidak hanya para pemain, ofisial dan pendukung Deltras mengejar beberapa pemain inti Persibo, mereka juga melakukan kekerasan terhadap penggawa Angling Dharma. Diketahui, beberapa pemain termasuk Diandra Diaz dan Enzo Celestine menderita luka-luka akibat insiden tersebut.

Kerusuhan tersebut memaksa pertandingan dihentikan tanpa peluit akhir. Akhirnya, sekitar pukul 18.30 WIB, menimbang waktu yang tersisa sebelum kerusuhan sangat sedikit, akhirnya wasit memutuskan untuk menghentikan pertandingan secara resmi, dengan skor imbang 1-1.

Sementara itu, di waktu yang sama, di luar dugaan Persipal Palu dihajar oleh Persipura dengan sko 0-3 di kandang sendiri. Meskipun Persela Lamongan juga dihajar 1-2 oleh Gresik United, dengan hasil ini, Persela masih bisa bersantai di puncak klasemen, dan Persibo resmi menyusul tetangga mereka ke babak delapan besar Liga 2.

PSIM Jogjakarta dan Persijap Jepara juga turut lolos ke babak delapan besar dari Grup 2, setelah PSIM sukses menekuk Persiku Kudus 2-0. Sebelumnya, Persiraja Banda Aceh, PSKC Cimahi, PSPS Riau, dan Bhayangkara FC juga lebih dulu mengamankan tiket ke babak delapan besar. Babak delapan besar direncanakan dimulai pada minggu depan (18/1). (edo/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#slamet nurcahyono #laskar angling dharma #Deltras FC #Kahudi Wahyu Widodo #Liga 2 #kerusuhan #persibo bojonegoro #The Lobster #persibo #muhammad ridho #Emerson Carioca #persela lamongan #perangkat pertandingan #RANS Nusantara #otavio dutra #deltras sidoarjo #gresik united #Diandra Diaz #Derry Rachman Noor #Kekerasan #ferinando pahabol #Stadion Delta Sidoarjo #Persipal Palu #deltras #amir hamzah #Enzo Celestine #bejo sugiantoro #persipura jayapura #Sidoarjo #delapan besar