BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bojonegoro menggelar tes fisik kedua untuk 500 atlet yang masuk pemusatan latihan cabang (puslatcab) pada 19 hingga 22 Desember lalu.
Tes fisik untuk melihat progres dari puslatcab. Juga menyeleksi atlet yang layak masuk pemusatan latihan kabupaten (puslatkab) untuk Pekan Olahraga Provinsi (porprov) 2025 mendatang.
Dari 500 atlet puslatcab akan dikerucutkan menjadi 300 atlet di puslatkab. Tentu atlet dengan catatan tes terbaik yang berhak masuk ke pemusatan latihan untuk porprov tahun depan tersebut.
Wakil Ketua KONI Bojonegoro Tonny Ade Irawan mengatakan, tahap pertama persiapan proprov sudah dituntaskan. Tepatnya tes fisik sebelum dan sesudah puslatcab.
‘’Sebanyak 500 atlet telah menyelesaikan fisik yang dilakukan selama empat hari di GOR SMAN 3 Bojonegoro,’’ katanya.
Tonny menjelaskan, setelah tes fisik atlet akan diseleksi berdasarkan tes hingga potensi atlet meraih medali. Sebagai acuan menentukan 300 atlet yang masuk ke puslatkab dari semula 500 atlet.
Sementara atlet mendapatkan hasil tidak sesuai target ditentukan dalam tes fisik akan dikembalikan kepada cabang olahraga.
‘’Untuk potensi atlet berdasar medali diraih pada di kejuaraan provinsi atau daerah,’’ ujarnya.
Menurut Tonny pada Februari 2025 mendatang tes fisik akan kembali digelar KONI. Tujuannya untuk melihat hasil latihan atlet di puslatkab pada periode Januari hingga Februari tahun depan.
‘’Apakah ada peningkatan atau tidaknya,” jelasnya.
Ketua KONI Bojonegoro Sahari mengatakan, proses menuju Porprov 2025 terus dilakukan Bojonegoro. Tes fisik sudah dilakukan merupakan bagian dari persiapan.
‘’Kami berharap bisa meraih hasil maksimal dengan persiapan awal,” ungkapnya.
Sahari mengaku kondisi atlet dan perkembangannya terus dipantau. Terlebih masih ada waktu sekitar enam bulan untuk persiapan sebelum Porprov 2025 di Malang Raya digelar.
‘’Digelar Juni atau Juli mendatang. Masih ada waktu dan akan kami maksimalkan,” ujarnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana