RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Tim nasional (timnas) sepak bola Indonesia cabang e-sports berhasil menasbihkan diri menjadi raja sepak bola virtual di tahun 2024 setelah memenangkan final FIFAe eFootball World Cup (Piala Dunia eFootball) cabang konsol dua set sekaligus (2-1, 2-1) dari Brazil (12/12). Kemenangan ini melengkapi gelar eAsian Cup 2023 dan FIFAe Football Manager World Cup 2024 yang juga diraih tahun ini.
Memasuki babak final, baik Brazil maupun Indonesia tidak banyak mengubah pendekatan dari babak semifinal (11/12). Brazil menurunkan Joao Victor Lopes (STS_Jvictor) dan Guilherme Fonseca (GuiFera99) untuk bermain, dengan Thiago Avare Engel (Thiago Avare10) sebagai pemain cadangan. Sementara Indonesia tetap menurunkan Rizky Faidan (BINONGBOYS) dan Elga Cahya Putra (SHNKS-ELGA) untuk bermain, dengan Akbar Paudie (akbarpaudie) kembali jadi cadangan.
Serupa dengan babak perempat final dan semifinal, babak final menggunakan format best of three, yang berarti salah satu tim wajib menang dua kali dari tiga set untuk mengamankan kemenangan. Sesuai dengan pengaturan standar gim eFootball, satu set pertandingan dilaksanakan dengan durasi 15 menit untuk mensimulasikan 90 menit pertandingan nyata, belum termasuk tambahan waktu dan jeda pause untuk pergantian pemain.
Di set pertama, Joao dan Guilherme menunjukkan kualitas mereka sebagai juara dunia lebih dulu setelah memenangkan duel fisik dan kabur tanpa penjagaan di menit ke-19, membuka keunggulan bagi mereka. Namun setelah melalui pertandingan ketat, akhirnya Rizky dan Elga sukses menyamakan kedudukan jelang akhir pertandingan di menit ke-87 setelah Rizky memanfaatkan celah di balik kemelut sepak pojok untuk mencetak gol.
Seleng beberapa menit kemudian, tepat ketika tambahan waktu dimulai Rizky dan Elga memanfaatkan kekosongan sayap kiri Brazil dan sukses mengeksekusi umpan satu-dua tepat di depan gawang Brazil. Dengan sedikitnya waktu yang tersisa, Rizky dan Elga sukses membalikkan keadaan tanpa meninggalkan kesempatan bermain untuk duet pemain Brazil, menjadikan set pertama milik Indonesia.
Pada set kedua, giliran Rizky dan Elga yang melebarkan sayap terlebih dahulu di awal pertandingan. Kesalahan koordinasi pertahanan antara Guilehrme dan Joao menyebabkan terciptanya ruang bagi Rizky untuk menyerang, sehingga memberikan keunggulan 1-0 untuk Indonesia hanya dalam delapan menit dalam gim, atau sekitar dua menit dalam kenyataan.
Di menit ke-18 dalam gim, kurang lebih tiga menit nyata kemudian, kesalahan yang sama kembali dilakukan duo Brazil. Rizky yang melihat kesempatan di depan mata memberikan umpan pada Elga untuk menggandakan keunggulan.
Setelah memainkan pertandingan yang kembali berlangsung ketat dan cepat, Guilherme dan Joao baru dapat memberikan gol balasan di menit ke-70 dengan taktik umpan satu-dua. Selebihnya, tidak ada gol lain yang tercipta. Dengan dua set langsung aman di tangan, Indonesia sukses merebut gelar juara dunia eFootball 2024.
Selain menjadi juara dunia perdana di bawah naungan FIFAe, kemenangan kali ini menuntaskan rasa penasaran Rizky setelah sebelumnya mencapai babak final Piala Dunia eFootball 2019 saat masih berada di bawah naungan Konami selaku pengembang gim. Pada gelaran tersebut, dirinya kalah di semifinal kategori individu, dan kalah di babak final beregu, kebetulan juga di tangan Guilherme Fonseca sebagai salah satu anggota tim lawan.
Mewakili rekan-rekannya dalam wawancara pasca pertandingan, Rizky mengaku kemenangan kali ini sangat spesial baginya. “Saya telah menang banyak kejuaraan sepanjang karir saya, namun belum pernah juara dunia, jadi alhamdulillah hari ini gelar juara dunia bisa diraih,” ujarnya.
Rizky sendiri juga mengapresiasi penyelenggaraan final kali ini. “Saya senang dengan keramaian dan ketegangannya, saya juga berterima kasih kepada seluruh fans Indonesia, serta PSSI, rekan-rekan saya tim pelatih, kawan-kawan latihan atas dukungannya,” lanjutnya.
Kemenangan Indonesia di FIFAe eFootball World Cup cabang konsol sekaligus melengkapi raihan juara eAsian Cup 2023 yang juga diraih Rizky, Elga dan Akbar pada Februari lalu. Selain itu, mereka juga sukses mengawinkan gelar pemain dengan gelar pelatih, yang diraih oleh Ichsan Taufiq (Miracle) dan Budi Manar Hidayat setelah memenangkan FIFAe Football Manager World Cup September lalu.
Selain itu, gelaran FIFAe eFootball World Cup berakhir dengan dominasi perwakilan Asia Tenggara. Selain Indonesia yang merebut gelar cabang konsol, Malaysia turut berpesta pora setelah berhasil merebut gelar juara dunia cabang mobile.
Pada pertandingan final cabang mobile, perwakilan Malaysia, Ahmad Muhaimin (MINBAPPE) sukses mengalahkan perwakilan Maroko, Anass Moussa (AN10_Tienes), juga dua set sekaligus. Tidak tanggung-tanggung, Muhaimin mendominasi pertandingan tanpa memberi Anass kesempatan mencetak gol, sehingga meraih kemenangan 3-0 di set pertama dan 2-0 di set kedua.
Sejauh ini, rencana FIFAe World Cup selanjutnya masih belum diumumkan. Namun kemungkinan gim video yang dimainkan tetap sama, yakni eFootball dan Rocket League untuk kompetisi beregu antar negara, Football Manager untuk kompetisi kepelatihan antar negara, dan EAFC untuk kompetisi individu. Gelar juara dunia Rocket League tahun ini direbut oleh Arab Saudi setelah memainkan lima dari tujuh set dan unggul 4-1 dari Perancis, seminggu sebelum Piala Dunia eFootball digelar. (edo/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana