RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Penikmat sepak bola Indonesia bakal dapat menikmati dosis menonton tim nasional dua kali lipat malam ini (12/12). Setelah menyaksikan laga ASEAN Cup 2024 antara Indonesia melawan Laos (20.00), timnas eSports Indonesia akan berjibaku melawan Brazil di babak final FIFAe eFootball World Cup (Piala Dunia eFootball) 2024 cabang konsol di ranah virtual setelahnya (22.30).
Selain sama-sama negara yang gila bola, Indonesia dan Brazil merupakan negara yang juga menggilai produk gim video sepak bola buatan Konami tersebut. Bahkan, publik kedua negara tersebut menggandrungi gim sepak bola Konami sejak memainkan nenek moyang eFootball yang dirilis pada era 90an, International Superstar Soccer (ISS), yang berevolusi menjadi Winning Eleven (WE) yang juga dijual sebagai Pro Evolution Soccer (PES) di pasar Eropa.
Kedua negara tersebut juga memiliki skena modifikasi gim sepak bola yang pernah jaya di era 90an dan 2000an. Di Indonesia, jumlah kaset CD dan DVD Winning Eleven, serta file PES yang dimodifikasi untuk memuat Liga Indonesia hampir sama jumlahnya dengan bintang di langit. Sementara, di Brazil, versi bajakan ISS dengan judul Mundial Ronaldinho Soccer sempat beredar luas di tahun 90an, dan menjadi meme pada era pandemi Covid-19 lalu.
Berkaca pada kecintaan kedua negara terhadap sepak bola secara umum serta gim video sepak bola, duel kali ini patut ditunggu oleh penggemar gim video maupun sepak bola. Terlebih, Piala Dunia eFootball kali ini menjadi gelaran perdana di bawah naungan FIFAe selaku federasi e-sports sepak bola, alih-alih hanya di bawah naungan Konami selaku pengembang. Sehingga, Piala Dunia eFootball kali ini jauh lebih prestis.
Piala Dunia eFootball 2024 dibagi menjadi cabang konsol dan mobile, dengan tim mobile mengirimkan satu pemain dan tim konsol mengirimkan tiga pemain.
Perwakilan Indonesia dan Brazil di cabang mobile telah tersingkir lebih dulu, dengan perwakilan Brazil, Paulo Victor (pv_efootball) gagal lolos dari fase grup, dan perwakilan Indonesia, Philip Franc (GARUDAFRANC) dipaksa berkemas-kemas oleh perwakilan Thailand, Chatchai Chaikram (P14) dua set langsung di perempat final.
Final Piala Dunia eFootball cabang mobile akan dimainkan sebelum cabang konsol (19:30), mempertemukan Maroko melawan Malaysia. Maroko diwakili oleh Anass Moussa (AN10_Tienes), sementara Malaysia diwakili oleh Ahmad Muhaimin (MINBAPPE).
Sementara di final cabang konsol, Indonesia mengirimkan Rizky Faidan (BINONGBOYS), Elga Cahya Putra (SHNKS-ELGA), dan Akbar Paudie (akbarpaudie). Brazil sendiri mengirimkan Joao Victor Lopes (STS_Jvictor), Guilherme Fonseca (GuiFera99) dan Thiago Avare Engel (ThiagoAvare10).
Catatan performa kedua tim tidak tanggung-tanggung. Selain merupakan langganan juara kompetisi nasional, Rizky, Elga dan Akbar juga merupakan penggawa Garuda yang sukses menjadi juara eAsian Cup 2023. Sementara Joao dan Guilherme merupakan juara dunia eFootball di bawah format lama Konami, dan keduanya serta Thiago juga kerap mendominasi kejuaraan nasional setempat.
Di babak penyisihan, Indonesia dan Brazil sama-sama finish sebagai runner-up masing-masing grup. Indonesia harus berjibaku tiga set melawan Maroko pada perempat final, kemudian secara mengejutkan menang besar melawan Turki dua set langsung meskipun diseret ke babak penalti pada set pertama.
Sementara perjalanan Brazil merupakan kebalikan dari Indonesia. Menang relatif mudah dari Belanda di babak perempat final, mereka malah nyaris kalah dari Spanyol di semifinal. Namun, pada akhirnya dapat merebut kemenangan 1-2 di set terakhir.