RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Setelah dua dekade tidak satu liga dan setengah dekade tidak bersua dalam kapasitas apapun, Persibo Bojonegoro akhirnya dapat bertemu kembali dengan Persela Lamongan dalam lanjutan Liga 2 2024/2025. Keduanya juga saling berdempetan di klasemen sementara Grup 3, dengan Laskar Angling Dharma (julukan Persibo) berada di puncak klasemen, dan Laskar Joko Tingkir (julukan Persela) tepat berada di bawahnya dengan selisih 4 poin.
Derby Plat S kali ini menyajikan pemandangan yang sangat menarik bagi kedua klub yang hanya terpisah dua jam perjalanan darat tersebut. Di kubu Persibo terdapat mantan penggawa Persela seperti Rahel Radiansyah dan Alfin Tuassalamony, sementara di kubu Persela terdapat putra daerah Kota Ledre, Samsul Arif yang berperan sebagai kapten di laga kali ini.
Persela sendiri sudah menemui aral melintang, bahkan sebelum pertandingan dimulai. Ikhwan Ciptady yang sejatinya didapuk menjadi starter mendadak menderita cedera saat pemanasan jelang pertandingan, sehingga Andik Rendika Rama dipasang sebagai pengganti.
Aroma derby sudah terasa sejak menit-menit awal, dengan kedua tim langsung memulai kujungan ke kotak penalti satu sama lain sesaat setelah pertandingan dimulai. Fisikalitas dan tensi pertandingan juga langsung meroket dengan banyaknya cekcok dan bahkan saling dorong di awal pertandingan.
Di menit ke-10, Enzo Celestine mencoba memanfaatkan umpan lambung dari Alfin Tuassalamony, namun sundulannya masih dapat ditepis kiper Persela, Samuel Reimas. Rahel Radiansyah mencoba memanfaatkan bola muntah namun Samuel dapat menghadang dan menjatuhkan Rahel lebih dulu.
Dua menit kemudian Enzo kembali berduel dengan Samuel. Enzo memenangkan duel fisik, namun mengakibatkan Samuel jatuh tersungkur dan wasit menyatakan pelanggaran.
Sepuluh menit kemudian, Samsul Arif mencoba peruntungan dengan memberikan umpan lambung kepada Ezechiel N’Douassel. Namun Eze tidak mencoba menyusul, sehingga bola dapat dijemput dengan mudah oleh kiper Persibo, Gerri Mandagi. Percobaan serupa yang dilakukan Yoga Adiatma dua menit berselang malah terbang di atas mistar.
Di menit ke-27, Enzo kembali mencoba peruntungan, namun sundulannya masih dapat ditepis Samuel Reimas. Osas Saha mencoba menjemput bola liar, namun bola lebih dulu keluar lapangan.
Keadaan imbang mulai luntur di menit ke-31, setelah Taher Jahanbakhsh mengkonversi tendangan bebas dari Vitor Barata menjadi sundulan yang gagal diantisipasi Samuel Reimas. Gol tersebut membuat Laskar Angling Dharma memimpin jalannya pertandingan 1-0, dan membuat seisi Stadion Letjend Soedirman (SLS) bersorak sorai.
Menit ke-41, Enzo Celestine kembali menyalip pertahanan Persela yang lowong. Namun dirinya tidak dapat mengerem tempo serangan dan kembali dapat dihadang oleh Samuel Reimas dengan cukup mudah. Hingga akhir babak pertama, tidak ada gol ekstra yang tercipta.
Di awal babak kedua, Alfin Tuassalamony mencoba menyajikan umpan silang ke Enzo Celestine, namun Anderson Nascimento lebih dulu menghalau bola dan memenangkan duel dengan Enzo. Brayen Pondaag mencoba memanfaatkan bola liar, namun tendangannya melayang terlalu jauh dari mistar.
Di menit ke-50, Ezechiel N’Douassel yang diperangkap oleh lini pertahanan Persibo mencoba memberikan bola kepada Rayhan Utina yang bebas dari penjagaan. Sayangnya tendangannya masih melenceng tipis dari mulut gawang yang dijaga Gerri Mandagi. Percobaan kedua Rayhan dua menit kemudian juga tidak mengarah ke gawang Persibo.
Lima menit kemudian, Persibo mendapat tendangan sudut yang kembali dieksekusi Vitor Barata. Bola mengarah ke arah Otavio Dutra, namun eksekusi tendangan sudut berakhir prematur karena Taher Jahanbakhsh lebih dulu menjemput bola, namun sundulannya melambung terlalu tinggi dari mistar.
Melihat keadaan anak-anak asuhnya tidak kunjung membaik, pelatih Persela, Zulkifli Syukur memutuskan melakukan pergantian pemain di menit ke-64. Tony Sucipto dan Rayhan Utina ditarik keluar, digantikan oleh Ibrahim Kosepa dan Syukron Al Hamdi.
Namun pergantian tersebut terbukti tidak efektif. Baru beberapa detik setelah pergantian, lini belakang Laskar Joko Tingkir langsung kecolongan lagi. Rahel Radiansyah dapat memberikan umpan lambung yang luput dari kepala Andik Rendika Rama, dan dapat langsung dijemput oleh Osas Saha untuk mencetak gol kedua untuk Laskar Joko Tingkir.
Menanggapi gol kedua tersebut, Coach Zulkifli mengganti Samsul Arif dan Ocvian Chanigio dengan Rifaldi Bawuo dan Wawan Febrianto. Samsul sendiri langsung diserbu cemoohan Boromania ketika kembali ke bangku cadangan.
Pelatih Persibo, Regi Aditya merespon taktik tersebut dengan memarkir Vitor Barata dan menukarnya dengan Lerby Eliandry. Momen ini juga menandai debut Lerby berseragam oranye kebanggan Persibo setelah menjadi penghangat bangku cadangan dalam empat pertandingan pertama.
Di menit ke-78, penggawa Laskar Angling Dharma kembali melakukan serangan balik setelah Persela gagal memanfaatkan tendangan pojok, dan menyalip pertahanan Laskar Joko Tingkir. Enzo Celestine dapat meneruskan umpan Diandra Diaz ke arah gawang, namun Samuel Reimas masih dapat membaca arah bola.
Coach Regi kembali melakukan penyegaran jelang akhir pertandingan, menukar Osas Saha dengan Ferinando Pahabol. Sesaat kemudian, Lee Yu-Jun hampir dapat mencetak gol dari tendangan bebas, namun sepakannya masih dapat ditepis Gerri Mandagi.
Tiga menit jelang waktu penuh, Regi Aditya memutuskan untuk menggunakan seluruh jatah pergantian pemain dengan memasukkan Reza Irfana, Hendra Adi Bayauw dan Fajar Ihsanudin. Ketiganya menggantikan Diandra Diaz, Rahel Radianyah dan Brayen Pondaag.
Penyegaran yang dilakukan Coach Regi hampir membuahkan hasil ketika Ferinando Pahabol berhasil merangsek menembus pertahanan Persela yang sibuk berjibaku dengan Enzo Celestine dan Lerby Eliandry jelang tambahan waktu, bahkan dapat mencetak gol. Sayangnya Feri ketahuan memantulkan bola dengan tangannya oleh wasit, sehingga gol dianulir dan Feri diganjar kartu kuning.
Hingga peluit panjang berbunyi, penggawa Laskar Joko Tingkir masih menyempatkan diri meneror gawang Persibo. Namun semua percobaan mereka dapat dipatahkan oleh penggawa Persibo, sehingga tiga poin ekstra di klasemen resmi direbut Laskar Angling Dharma.
Taher Jahanbakhsh yang dapat bersabar berjibaku dengan penggawa Persela dan membuka pimpinan pertandingan untuk Persibo dianugerahi pemain terbaik (man of the match) pada Derby Plat S. Selain itu, kemenangan kali ini menandakan Persibo sebagai satu-satunya peserta Liga 2 yang belum pernah meraih hasil seri maupun kalah dalam lima pertandingan perdana.
Persibo makin kokoh di puncak klasemen sementara Grup 3 Liga 2 2024/2025 dengan raihan 15 poin. Sementara itu, kekalahan 2-0 dari Persibo memberikan kerugian besar bagi Persela. Tidak hanya kembali disalip Persipal FC yang menang 3-0 dari RANS Nusantara di momen yang sama, Laskar Joko Tingkir juga disalip oleh Deltras Sidoarjo yang sukses membungkam Persipura Jayapura dengan skor sama persis, yakni 2-0 sehari sebelumnya (11/10).
Setelah kembali ke kampung halaman di setengah awal bulan Oktober, penggawa Persibo dapat kembali beristirahat dengan tenang sebelum melawat ke Pasuruan guna bertandang ke kandang RANS Nusantara, Stadion Untung Suropati (26/10). Sehari kemudian, giliran Persela Lamongan yang ikut berpergian untuk melawat ke kandang Persipal FC, Stadion Gawalise.
Laskar Angling Dharma akan mengakhiri putaran pertama fase grup Liga 2 2024/2025 dengan kembali ke kandang sebagai tamu duel panas Jawa Timur. Kali ini tepat di Hari Pahlawan (10/11), Persibo akan berhadapan dengan rival lama mereka, Deltras Sidoarjo. (edo/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana