ELEMEN suporter Persibo Drago Tifoso Curva Nord (DTCN) mendesak dua orang manajer di Persibo untuk segera keluar dari jajaran manajemen. Keduanya Abdul Mustajib Manajer Operasional, dan Ali Mahmud Manajer Pengembangan dan Kompetisi Tim.
Dua orang tersebut dinilai tidak memiliki kapasitas untuk menduduki posisi itu. Terlebih rekam jejak kedua dinilai buruk di sepak bola Bojonegoro.
DTCN menduga keduanya menjadi pihak yang menghalang-halangi Persibo bangkit pada tahun-tahun sebelumnya. Juga menjadi orang yang bertanggung jawab adanya dualisme Persibo pada era dualisme kompetisi sepakbola Indonesia. Namun ketika saat ini Persibo sedang kembali bangkit mereka justru tetiba masuk ke jajaran manajemen.
Dewan Pembina DTCN Arif Setiawan mengatakan, Ali dan Tajib harus keluar dari manajemen Persibo. Keduanya dinilai kurang profesional untuk mengemban jabatan sebagai manajer operasional maupun pengembangan dan kompetisi tim. Sehingga dapat berdampak buruk pada Persibo ke depan.
Arif menilai kedua sosok tersebut pernah mempesulit para suporter ketika ingin membangkitkan Persibo ketika mendapat sanksi pembekuan dari PSSI.
Juga ikut bertanggung jawab adanya dualisme Persibo dengan melahirkan Persibo 1949 atau saat ini Bojonegoro FC (BFC)
Menurut Arif, suporter sudah mengkonfirmasi manajemen dan hasil kedua tidak mempunyai surat kepututan (SK) resmi dari PT yang menaungi Persibo sebagai bagian dari manajemen. Namun kini mengurus The Giant Killer.
‘’Jadinya ini tidak profesional,” jelasnya.
Arif mengaku DTCN bakal merapatkan barisan hari ini (10/10) untuk membahas sikap ke depan. Setelah sebelumnya melakukan boikot dengan tidak mendukung di dalam stadion pada laga kontra Persipal Minggu (6/10) lalu. Sebaliknya hanya mendukung di luar stadion. Namun tetap bernyanyi sepanjang pertandingan berlangung.
‘’Kami berencana memboikot seluruh pertandingan Persibo di Liga 2 musim ini,” ujarnya.
Sementara itu, manajemen Persibo belum memberikan jawaban resmi terkait tuntutan DTCN tersebut. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana