Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Hasil Sprint Race MotoGP Mandalika: Mimpi Buruk Jorge Martin Kembali Menghantui Lebih Awal

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 28 September 2024 | 23:50 WIB
Jorge Martin kembali menghadapi mimpi buruk di Mandalika setelah terjatuh pada Sprint Race Sabtu (28/9) (Dok. MotoGP/Dorna Sports)
Jorge Martin kembali menghadapi mimpi buruk di Mandalika setelah terjatuh pada Sprint Race Sabtu (28/9) (Dok. MotoGP/Dorna Sports)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Tahun lalu, Jorge Martin (Pramac Racing) memiliki peluang emas meraih gelar juara dunia MotoGP pertamanya, dengan Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo) sebagai rival utama. Namun, momentum primanya menurun sejak seri GP Indonesia di Mandalika International Street Circuit. 

Saat memulai setengah akhir balap, Martin kehilangan kendali motornya dan terjatuh di tikungan 11. Sejak saat itu, Martin mencoba memberikan perlawanan di sisa musim 2023. Namun, akhirnya gelar juara dunia melayang ke tangan Pecco (panggilan akrab Bagnaia). Musim ini, layaknya déjà vu, Martin kembali berebut gelar juara dunia dengan Pecco, dan dirinya memilkiki keunggulan di klasemen sementara setelah Pecco sebelumnya terjatuh di GP Emilia Romagna (22/9).

Pada kualifikasi Sabtu pagi (28/9), Martin meraih pole position (posisi start terdepan) dengan memecahkan rekor catatan waktu yang dicetak Enea Bastianini (Ducati Lenovo) sehari sebelumnya, dengan catatan waktu 1 menit 29.088 detik. Menemani Martin di baris terdepan adalah Marco Bezzecchi (Pertamina VR46) dan Pedro Acosta (Gasgas Tech3), sementara Pecco start tepat di belakang Martin di posisi ke-4.

Siang harinya pada gelaran Sprint Race, Martin langsung mencoba melepaskan diri dari kejaran rival-rivalnya, sementara Pecco memberanikan diri mengambil sisi luar dan berhasi naik dua posisi. Di luar dugaan, Marc Marquez (Gresini Racing) yang start dari posisi ke-12 dapat melancarkan divebomb yang halus dan tertata meskipun tidak memiliki banyak ruang, sehingga dapat merangsek hingga posisi ke-5 dan memaksa Acosta berduel dengan dirinya.

Namun, usaha Martin langsung terbuang sia-sia setelah secara mengejutkan tergelincir dan jatuh di tikungan ke-16. Meskipun dapat kembali berlomba, Martin langsung terlempar ke belakang barisan dan terpaksa bekerja keras untuk kembali ke depan.

Sementara itu, akibat terlalu lama berduel dengan Marquez meskipun sempat unggul di depan, Acosta kehilangan banyak momentum dan tidak dapat mengejar kembali Marquez dan Bastianini. Acosta menghabiskan sisa balapan dengan meladeni Franco Morbidelli (Pramac Racing) dan Maverick Vinales (Aprilia Racing).

Empat posisi terdepan diamankan empat pengguna Ducati, yakni Pecco, Bastianini, Bezzecchi dan Marquez. Namun Pecco tidak dapat dikejar tiga pembalap di belakangnya yang saling bertukar posisi sepanjang balapan.

Jelang akhir setengah awal balapan, Bastiannini sempat membuka terlalu banyak ruang untuk marquez dan hampir tertinggal gerbong pimpinan Pecco. Namun kemudian di awal setengah akhir balapan pada lap 7, Bezzecchi mengerem terlalu tajam dan nyaris menghajar Pecco setelah memenangkan duel dengan Marquez beberapa saat sebelumnya.

Meskipun tidak sampai jatuh dan masih memiliki tabungan jarak jauh dari Acosta, Bezzecchi tertinggal jauh dari rombongan pemimpin balap. Praktis, duel yang tersisa tinggal Marquez dan Bastianini utnuk posisi kedua.

Dua lap jelang akhir balapan, pertahanan Marquez akhirnya terbuka di tikungan 11, dan dimanfaatkan dengan baik oleh Bastianini untuk merebut posisi kedua. Namun La Bestia (julukan Bastianini) tidak punya waktu cukup untuk mengejar rekan setimnya, Pecco yang sukses mengamankan kemenangan Sprint Race.

Di sisi lain, meskipun telah berusaha sekeras mungkin, Martin akhirnya mengakhiri balapan di posisi ke-10. Tidak hanya keunggulannya di klasemen terpangkas, Martin juga gagal membawa pulang poin ekstra jelang ajang balap utama pada Minggu (29/9).

Usai balap, Pecco tidak menyanggah jatuhnya Martin memberikan keunggulan besar bagi dirinya. “Semua orang tahu pentingnya bagi kami untuk meraih poin sebanyak-banyaknya, dan berkat kesalahan Jorge (Martin) kami dapat kembali mendekat. Awal minggu ini tidak ideal bagi saya karena harus berusaha agak keras, dan hari ini hingga balapan tadi saya baru paham harus bertindak bagaimana agar dapat melaju lebih cepat,” ujar Pecco saat diwawancara di seremoni podium pemenang.

Dengan hasil Sprint Race Mandalika, Pecco sukses memangkas jarak dirinya dengan Martin di klasemen sementara, dari 24 poin menjadi 12 poin. Sementara itu, Enea Bastianini menambah jarak ekstra dua poin dari Marc Marquez untuk perebutan posisi ketiga klasemen sementara.

Hari Minggu (29/9) menjadi puncak gelaran MotoGP seri Indonesia di Mandalika. Aksi balap dimulai dengan race kedua FIM Asian Talent Cup pukul 09.45 WIB, dilanjut dengan race kelas Moto3 pada pukul 11.00 WIB.

Race kelas Moto2 akan berlangsung pada pukul 12.15 WIB, dan akhirnya aksi kelas premier MotoGP berlangsung pada pukul 14.00 WIB. Setelah GP Mandalika, rombongan pembalap MotoGP akan melanjutkan tur Asia ke Jepang pada seri berikutnya di Mobility Resort Motegi. (edo/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Marco Bezzecchi #Motor #GASGAS Tech3 #moto3 #motogp #sprint race #maverick vinales #franco morbidelli #pertamina #pramac racing #aprilia #GP Indonesia #Jorge Martin #mandalika international #Ducati Lenovo #pecco #francesco bagnaia #ducati #mandalika #motogp mandalika #marc marquez #moto2 #Gresini Racing #Pedro Acosta