Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Personel Masih Minim, Akuatik Bojonegoro Bidik Bibit Atlet Profesional

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 22 September 2024 | 18:59 WIB

BIDIK BIBIT: Akuatik Bojonegoro gelar kompetisi renang lima lintasan pada Desember 2023 lalu. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
BIDIK BIBIT: Akuatik Bojonegoro gelar kompetisi renang lima lintasan pada Desember 2023 lalu. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Dilintasi Sungai Bengawan Solo tidak membuat Bojonegoro harum prestasi kejuaran renang. Salah satu cabang olahraga (cabor) ini masih minim lirikan. Geliatnya perlu ditingkatkan.

Seperti pengakuan Ketua Akuatik Bojonegoro Hendri Rahman Susetyo. ‘’Atlet renang dari Bojonegoro masih minim. Ada itu Hafiz Rizal Wibowo (peraih medali perak Popda 2022),” ujar Hendri sapaan akrabnya.

Pria kelahiran 1990 itu menilai potensi anak-anak Bojonegoro tentu ada dan mumpuni. 

Namun, sayangnya masih belum bisa terwadahi maksimal.

Minimnya atlet renang, menurut dia, salah satu disebabkan kurangnya kompetisi tingkat lokal. ‘’Karena itu perlu perbanyak klub (renang) dan kompetisi,” tegasnya.

Sehingga memasifkan penjaringan untuk membentuk klub di seluruh wilayah Bojonegoro. Baik dari timur, selatan, hingga barat. Setidaknya, lanjut dia, kini ada lima klub renang di mana sebelumnya hanya tiga.

Baca Juga: Bidik Bibit Atlet dan Bakal Bentuk Tiga Klub Renang

Di antaranya Bojonegoro Water Sport (WBS) Swimming Club, Taman Tirta Swimming Club, Happy Swimming Club, Pasinan Swimming Club, dan Pokemon Swimming Club.

‘’Itu baru tersebar di beberapa daerah. Seperti Kecamatan Dander, Balen, dan Baureno. Wilayah barat belum ada. Tujuannya ada klub di seluruh wilayah Bojonegoro, tidak hanya di daerah perkotaan. Untuk memunculkan bibit-bibit atlet,” jelas Hendri. 

Dia melanjutkan, untuk membentuk klub renang setidaknya ada syarat harus dipenuhi. Seperti kolam renang yang bisa dengan sistem kerja sama, peserta didik minimal 20 siswa, hingga pelatih.

Sementara itu, kata dia, kompetisi lokal harus digalakkan. Setidaknya tiga sampai empat kali dalam setahun.

‘’Dalam waktu dekat kami juga akan mengadakn kompetisi untuk klub,” pungkas lulusan S-2 STIE Perbanas Surabaya itu. (yna/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#atlet renang #bengawan solo #Peraih 87 Medali Emas #akuatik #renang #medali #profesional #Water Sport #bojonegoro #Bidik Bibit #prestasi #cabang olahraga (cabor) #atlet #perak #kejuaraan