RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sebanyak 19 atlet asal Bojonegoro yang memperkuat tim Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Timur di berbagai cabang olahraga (cabor) telah kembali ke Kota Ledre Jumat siang (20/9) setelah bertanding di PON Aceh-Sumut 2024 lalu. Total tujuh medali berhasil dibawa pulang oleh kontingen atlet Bojonegoro untuk Jawa Timur.
Rinciannya, kontingen Bojonegoro berhasil membawa pulang 1 emas, 3 perak, dan 3 perunggu. Dua cabor eksibisi PON, floorball dan pickleball menjadi ladang perolehan medali oleh kontingen asal Bojonegoro.
Ketua KONI Bojonegoro Sahari mengaku bangga dengan hasil yang telah diraih putra-putri daerah. ’’Ini membanggakan bagi (dunia) olahraga Bojonegoro, tidak ada yang cedera, semua dalam kondisi sehat dan membanggakan,” ungkapnya di hadapan media.
Medali emas diraih di cabor floorball putra, dengan kontingen PON Jawa Timur beranggotakan M. Irfan Bagus Saputro dan M. Rizki Mahendrawan. Keduanya berasal dari kecamatan Kedungadem. Sementara, kontingen floorball putri yang beranggotakan Tsalatsa Fitria Rahma asal Kecamatan Baureno berhasil membawa pulang medali perak.
’’Final kemarin (Selasa, 17/9) berlangsung di GOR Baru Bindjai, Sumatera Utara. Kami menang dari tim floorball DKI Jakarta, sementara regu putri kalah dari tim Jabar,” kata Irfan kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro pada Rabu (18/9).
Medali perak kedua dibawa pulang oleh atlet menembak beregu putra, Prajurit Kepala (Praka) Aris Febrianto. ’’Luar biasanya, Aris menjadi penembak terbaik di ajang tersebut,” jelas Wakil Ketua KONI Kabupaten Bojonegoro Tonny Ade Irawan,
’’Ini adalah pencapaian yang sangat berarti bagi saya dan tim. Tidak ada yang tidak mungkin, selama kita tekad yang kuat, disiplin tinggi serta doa yang tulus,” ujar Praka Aris melalui Instagram Yon Zipur 5/ABW, tempatnya bertugas sehari-hari usai lomba (17/9).
Medali perak ketiga dipersembahkan oleh atlet gantole, Achmad Teguh Wibowo asal Kecamatan Sumberrejo, yang berhasil finish kedua di nomor Beregu Lintas Alam Jarak Terbatas Kelas B. ’’Sebenarnya dia juga berpeluang memperoleh medali di nomer andalannya, yakni Duration, namun terkendala cuaca pada saat berlomba,” tambah Tonny.
Perunggu pertama berhasil direbut oleh binaragawan asal Kecamatan Trucuk, Slamet Hariyanto. Pria yang akrab dikenal sebagai Riyan Anton tersebut memperoleh perunggu di nomer Sport Physique - Over 170 Centimeter. ’’Sejak awal Riyan ditarget bisa meraih medali. Alhamdulillah target tersebut terpenuhi,” ujar Tonny.
Meskipun demikian, Riyan sendiri mengaku belum puas atas hasil yang diraihnya, namun tetap menerima hasil dengan lapang dada. “Meleset dari emas, semoga PON XXII NTB jauh lebih baik,” kata Riyan kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro pada Selasa (17/9).
Dua medali perunggu lain diperoleh dari cabor pickleball putri. Atlet sekaligus siswa SMAN 4 Bojonegoro, Fera Wijayanti Nur Rahman, menyabet perunggu di nomer tunggal, kemudian turut membantu tim Jawa Timur meraih perunggu di nomer beregu.
Meskipun floorball dan pickleball merupakan olahraga eksibisi, Tonny memandang perolehan medali dengan positif. “Hasilnya bisa menjadi patokan untuk PON selanjutnya,” ujarnya.
PON selanjutnya, edisi XXII akan digelar di Nusa Tenggara Barat dan Timur pada 2028. Kualifikasi atlet Bojonegoro telah digelar melalui pelaksanaan Porkab I Bojonegoro pada Agustus lalu, dan atlet pemenang Porkab akan mewakili Kota Ledre di gelaran Porprov Jawa Timur IX Malang Raya pada 2025 mendatang untuk meraih kesempatan mewakili Jawa Timur. (edo/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana