RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Persipura Jayapura mengalami kerugian besar pada laga perdana mereka dalam gelaran Liga 2 2024/2025 saat bertandang ke kandang RANS Nusantara, Stadion Untung Suropati, Pasuruan pada Sabtu lalu (7/9).
Tidak hanya kehilangan tiga poin, dua pemain mereka terpaksa absen dua pertandingan akibat pelanggaran keras. Jelang akhir pertandingan di menit ke-94, pemain RANS Nusantara, Vikra Seifahlepi tidak sengaja mendaratkan kaki ke wajah penggawa Persipura, Gunansar Mandowen saat berebut bola.
Mandowen langsung membalas perbuatan Vikra dengan berpura-pura membalas tendangan Vikra. Kemudian, mencengkeram Vikra di tengah cekcok antar tim akibat insiden tersebut. Atas insiden tersebut, Vikra dan Mandowen sama-sama diganjar kartu merah dan dihukum larangan bertanding dalam dua pertandingan.
Meskipun keduanya sudah bermaafan setelah diganjar kartu merah. Dengan ini Mandowen melewatkan pertandingan kandang melawan Persibo Bojonegoro dan Persela Lamongan, sementara Vikra melewatkan laga tandang melawan Gresik Nusantara dan Deltras Sidoarjo.
Namun, bukan hanya Mandowen saja yang terpaksa diparkir saat duel melawan Persibo Bojonegoro mendatang (21/9). Secara mengejutkan, ujung tombak dan legenda Persipura, Boaz Solossa juga terpaksa absen, karena tindak kekerasan.
Diketahui, usai laga berakhir Boaz sempat terlibat cekcok dengan steward stadion, dan memukul salah satu steward tersebut tanpa motif jelas. Karena insiden tersebut, serta karena perbuatan Boaz luput dari perhatian perangkat pertandingan, Boaz turut dihukum larangan bertanding dua kali, plus denda Rp 5 juta oleh Komite Disiplin PSSI.
Meskipun kehilangan Boaz dan Mandowen, Pelatih Persipura Ricardo Salampessy tidak perlu menguras otak terlalu lama untuk menambal kekuatan anak-anak asuhnya. Mantan penggawa Mutiara Hitam (julukan Persipura) semasa aktif tersebut kedatangan dua pemain U-21 sebelum berhadapan dengan Laskar Angling Dharma (julukan Persibo).
Dua pemain tersebut adalah penggawa tim PON Papua, Reno Salampessy dan Markus Madjar. Reno sendiri juga merupakan putra Ricardo, sebelumnya menimba ilmu di akademi milik Persipura dan Persemi Mimika, dan merupakan jebolan program Garuda United milik Timnas Indonesia.
Ricardo sendiri menjelaskan, Reno dan Markus didatangkan untuk memenuhi regulasi Liga 2 yang mewajibkan setidaknya satu pemain U-21 dalam starting eleven setiap tim. Selain itu, meskipun sejatinya tidak harus menggunakan pemain yang sama, Ricardo meyakini keduanya dapat bermain 90 menit penuh sesuai regulasi tersebut.
’’Kami bersyukur kedatangan dua pemain baru, sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh PSSI bagi kontestan Liga 2. Mereka akan dimainkan 90 menit sesuai regulasi,” jelas Ricardo usai sesi latihan rutin Persipura di lapangan STIE Ottow & Geissler, Jayapura, Senin lalu (16/9) di hadapan media lokal.
Ricardo juga menjelaskan, Reno dan Markus dipanggil sesuai dengan kebutuhan Mutiara Hitam, dengan posisi Reno dan Markus sama dengan Boaz (penyerang) dan Mandowen (gelandang sayap).
’’Sebenarnya, ada beberapa pemain yang telah kami pantau, namun kami menyesuaikan dengan kebutuhan saat ini. Karena kebutuhan tim terletak pada lini serang, maka saya pilih pemain yang lebih ofensif,” ujarnya.
Reno sendiri mengaku senang dapat dipanggil membela tim idolanya. ’’Tentu sangat senang, karena merupakan impian sejak dulu untuk bergabung dengan Persipura. (Ke depannya) saya harus membuktikan performa terbaik agar dapat menembus line-up tim dan bisa membantu tim lebih baik lagi,” ungkap Reno.
Senada dengan Reno, Markus juga mengaku senang dan berniat membantu performa salah satu tim raksasa Indonesia Timur tersebut. ’’Senang sekali bisa bergabung dengan klub kebanggaan tanah Papua, (keinginan) utama bisa mengembalikan Persipura ke Liga 1,” ujarnya.
Sementara itu, meskipun Persipura tidak diperkuat pemain andalan mereka, Persibo tetap mewaspadai Mutiara Hitam, apalagi dengan status mereka selaku tuan rumah. Manajer Pengembangan dan Kompetisi Klub Persibo, Ali Mahmud menjelaskan, memang absennya Boaz dan Mandowen menjadi keuntungan sendiri .Namun, Persipura masih memiliki banyak pemain berpengalaman yang dapat diandalkan.
’’Persipura memiliki pemain yang pengalaman dan kompak. Kami wajib waspada dan kerja keras,” ujar Ali kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro. (edo/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana