Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Preview Quarter Final Euro 2024 Inggris vs Swiss: Apakah Sang Singa Pulang Lebih Awal?

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 7 Juli 2024 | 01:48 WIB
Dok. UEFA
Dok. UEFA

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Setiap kali tim nasional (timnas) Inggris mengikuti kejuaraan internasional, selalu ada satu motto yang digaungkan warga negeri tebing kapur tersebut: “Football is coming home (Sepak bola akan pulang)!” Tidak salah memang, karena peraturan sepak bola yang dikenal publik hingga sekarang dirumuskan di Inggris, dan The FA, asosiasi sepak bola Inggris, merupakan asosiasi sepak bola pertama yang dibentuk dalam sejarah.

Pada Euro 2020 yang digelar pada 2021 lalu, Three Lions (julukan timnas Inggris) nyaris mewujudkan impian warga Inggris “memulangkan” sepak bola dan mengakhiri puasa trofi sejak Piala Dunia 1966. Sayangnya, mereka malah dihajar Italia di hadapan publik sendiri pada babak final setelah diseret ke babak penalti meskipun dapat mencuri start.

Tiga tahun berselang, Italia secara mengejutkan gagal mempertahankan gelar setelah ditendang di babak 16 besar, dan meskipun Inggris dapat melangkah ke babak perempat final,penampilan penggawa Three Lions secara misterius tidak sesuai harapan. Selain sempat dipaksa jungkir balik di fase grup, permainan yang ditunjukkan oleh mereka tidak semenarik tiga tahun lalu hingga mengundang banyak kritik.

Meskipun lini depan Inggris dibanjiri talenta dunia seperti Jude Bellingham, Harry Kane, Bukayo Saka dan kawan-kawannya, semuanya tercatat kekurangan suplai bola dari lini tengah sehingga kurang rajin mengancam gawang lawan. Kalaupun sampai ke depan gawang, jarang bola mengarah ke awah gawang.

Sementara itu, tim yang sukses memulangkan Italia sekaligus tetangga geografis mereka, Swiss sedang sumringah. Tidak hanya berhasil lolos ke perempat final tak terkalahkan, mereka juga sukses meladeni banyak raksasa dan kuda hitam di tengah jalan.

Selain sukses menumbangkan Italia, Swiss juga berhasil menaklukkan Hungaria dan nyaris mengalahkan Jerman di fase grup. Pertandingan melawan Jerman sendiri dapat dianggap sebagai anomali, dengan penggawa La Nati (julukan Swiss) kesulitan mampir ke gawang Jerman, namun masih dapat mencuri start sebelum Niclas Fullkrug tampil sebagai juru selamat Die Mannschaft (julukan Jerman).

Dengan catatan tersebut, pertandingan malam nanti (6/7 23.00) menjadi pembuktian apakah Swiss dapat melanjutkan tren pembacokan raksasa, atau mereka masih harus mengakui keunggulan Three Lions. Sebaliknya, pertandingan ini juga akan menunjukkan apakah pelatih Inggris, Gareth Southgate, telah menyelesaikan pekerjaan rumahnya, atau justru dirinya akan pulang ke rumahnya.

Dalam konferensi pers pra- pertandingan, Southgate menyadari tugas besar yang ada di hadapannya. “Swiss merupakan tim yang stabil dan sering menekan secara agresif. Selain itu, mereka juga dapat beradaptasi dengan cepat, sehingga antisipasi lebih awal juga diperlukan,” jelas Southgate.

Sementara itu, pelatih Swiss, Murat Yakin menyambut prospek yang ada di depan mata dengan percaya diri, “Kami dapat mengimbangi Jerman dan mengalahkan Italia, jadi tentu kami punya bekal untuk mengalahkan Inggris, ya kan? Tugas kami cukup bermain seperti biasa dan membuat mereka kerepotan, dan saya berharap Dewi Fortuna kambali berpihak kepada kami,” ujar Murat.

Pemenang laga kali ini akan berhadapan dengan salah satu antara Belanda atau Turki di babak semifinal. Kedua tim tersebut juga sama-sama dalam performa baik, dan akan saling sikut untuk merebut tiket semifinal. (edo/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#italia #semifinal #belanda #perempat final #Three Lions #swiss #Inggirs #turki #euro 2024 #euro