RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Ipswich Town resmi menjadi tim kedua yang akan naik kasta ke English Premier League (Liga Inggris) pada musim 2024/2025 mendatang. Ipswich resmi mendapat tiket promosi sekaligus menghindari playoff promosi setelah finish di urutan runner-up klasemen EFL Championship (Divisi dua Liga Inggris) dengan kemenangan 2-0 atas Huddersfield Town di kandang sendiri (4/5).
Ternyata, tidak hanya publik Ipswich yang merayakan promosi ke Premier League untuk pertama kali sejak lebih dari dua dekade silam. Tapi, juga publik Indonesia turut bersuka cita. Pasalnya, Ipswich merupakan klub belaan salah satu pemain naturalisasi asal Indonesia, Elkan Baggott.
Saat ini, Elkan dipinjamkan oleh Ipswich ke klub League One (Divisi tiga Liga Inggris), Bristol Rovers. Namun, Transfermarkt mencatat, masa peminjaman Elkan habis pada 31 Mei mendatang. Sehingga, dapat kembali ke Ipswich Town.
Kontrak Elkan bersama Ipswich sendiri masih tersisa setahun hingga Juni 2025 mendatang. Di atas kertas, Elkan dapat menorehkan sejarah sebagai pemain Indonesia pertama yang bermain di Premier League. Namun, ada beberapa faktor yang dapat menghalangi serta mendukung Elkan untuk membela Ipswich di Premier League.
Faktor utama yang dapat merintangi Elkan merumput di kasta tertinggi sepak bola Inggris tersebut adalah Governing Body Endorsement (GBE), atau persetujuan izin kerja dari Asosiasi Sepak Bola Inggris (The FA). Ketersediaan GBE untuk pemain merupakan syarat dari The FA agar klub peserta Premier League dapat mendaftarkan pemain asing ke skuad mereka.
Sesuai dengan ketentuan utama dalam peraturan GBE FA untuk Sepak Bola Pria Pasal 9a, GBE untuk pemain asing dapat langsung dikabulkan bila pemain berasal dari negara dengan ranking FIFA minimal 50. Dan, pernah bermain untuk tim nasional negaranya. Sedangkan, untuk negara ranking FIFA 51 ke atas, termasuk Indonesia yang berada di ranking 134, pemain hanya dapat memperoleh 2 dari 15 poin yang dibutuhkan dalam proses pengajuan GBE.
Kemudian dalam ketentuan berikutnya, klub asal pemain dibagi menjadi enam kelompok berdasar negara penyelenggara liga serta tingkat kompetisi. Baik EFL Championship maupun League One masuk ke dalam kelompok 2. Sedangkan, Premier League berada di kelompok 1.
Untuk kriteria tersebut, bila pemain asing yang ingin didaftarkan izin kerjanya telah bermain setidaknya sekali pada musim sebelumnya, pemain tersebut berhak memperoleh poin GBE tambahan berdasarkan klub asal, menit bermain, dan posisi klub asal pada musim sebelumnya. Lalu, apabila pemain dipinjamkan ke klub lain, namun sempat bermain setidaknya sekali untuk klub asal, seperti pada kasus Elkan yang sempat membela Ipswich di Carabao Cup musim ini, poin dihitung berdasar klub asal.
Dengan kriteria tersebut, jumlah poin yang telah diperoleh Elkan untuk mengajukan GBE adalah:
- Berasal dari negara dengan ranking FIFA dibawah 50 (Indonesia): 2 poin
- Berasal dari klub kelompok 2 (Ipswich Town): 10 poin
- Per Transfermarkt, tidak pernah dimainkan oleh Ipswich di tingkat liga karena dipinjamkan: 0 poin
- Ipswich Town naik kasta ke Premier League: 1 poin
Total: 13 poin
Sesuai perhitungan tersebut, Elkan belum dapat bermain di Premier League karena jumlah poin yang terkumpul kurang dua poin dari ketentuan pengajuan GBE. Sehingga, sesuai dengan peraturan GBE FA untuk Sepak Bola Pria Pasal 9d, Ipswich Town dapat mengajukan GBE untuk Elkan kepada The FA dengan informasi-informasi tambahan yang relevan, seperti menit bermain Elkan selama dipinjamkan. Jika tidak, Elkan dinyatakan tidak dapat menerima GBE sehingga tidak dapat bermain di Premier League.
Namun, meskipun GBE Elkan berpotensi tidak dikabulkan oleh The FA, Elkan masih memiliki kesempatan bermain di Premier League berdasar statusnya sebagai pemain muda. Setidaknya, ada dua pertimbangan yang dapat memuluskan jalan Elkan menuju kasta tertinggi Liga Inggris.
Pertama, peraturan homegrown, yakni pemain binaan akademi klub asal Inggris. Dalam peraturan tersebut, seorang pemain muda harus bermain minimal tiga tahun dalam sebuah klub asal Inggris sebelum berusia 21 tahun. Peraturan Premier League merumuskan susunan maksimal pemain yang boleh didaftarkan sebanyak 8 pemain homegrown, plus 17 pemain non-homegrown.
Uniknya, dalam peraturan tersebut, pemain binaan tidak harus berkebangsaan Inggris, sehingga cukup memenuhi kriteria keanggotaan klub. Elkan telah terdaftar sebagai pemain binaan Ipswich Town sejak umur 16 tahun dan tidak pernah berpindah klub selain untuk dipinjamkan. Sehingga, otomatis memenuhi kriteria pemain homegrown.
Kedua, pada 2023 lalu peraturan GBE diamandemen untuk menfifaambahkan kriteria baru, yakni Elite Significant Conribution (ESC) atau pemain berkontribusi signifikan. Peraturan ini dibuat oleh The FA untuk memperbanyak pemain muda Inggris dan asing di Premier League.
“Setelah kami berdiskusi dengan pihak klub dan liga, kami memutuskan membuat solusi progresif untuk memperluas akses mendatangkan talenta luar negeri, serta memberi insentif bagi pemain dalam negeri untuk bermain di Liga Inggris,” ujar Chief Executive FA, Mark Bullingham dalam statemen resmi The FA.
Dalam peraturan ESC, seorang pemain dapat memperoleh status sebagai pemain ESC dan GBE-nya otomatis terkabulkan untuk jangka waktu satu musim jika memenuhi salah satu syarat berikut dalam jangka waktu satu tahun kompetisi:
- Pernah bermain minimal sekali di level timnas kelompok umur atau senior untuk negara dengan ranking FIFA minimal 50.
- Pernah bermain minimal lima kali di level timnas kelompok umur atau senior untuk negara dengan ranking FIFA di bawah 50
- Pernah membela klub akademi, kelompok umur atau senior sekali di kompetisi tingkat benua
- Pernah membela klub akademi, kelompok umur atau senior lima kali di kompetisi tingkat domestik
Berdasar catatan Transfermarkt, pada musim 2023/2024 ini, Elkan telah mencatatkan 12 caps untuk timnas Indonesia senior, tujuh di antaranya di tingkat kompetisi. Selain itu, Elkan tercatat bermain dalam 14 laga League One untuk Bristol Rovers, serta 4 laga Carabao Cup untuk Ipswich Town. Sehingga, Elkan dapat didaftarkan sebagai salah satu dari empat kuota pemain ESC Ipswich Town.
Dengan demikian, jika Ipswich Town tidak menjual Elkan ke klub lain, Elkan dapat didaftarkan ke Premier League oleh Ipswich melalui jalur pemain homegrown atau ESC, atau melalui banding pertimbangan tambahan. Harapan publik Indonesia menonton Elkan berjibaku dengan klub-klub top dunia relatif terbuka lebar.
Tidak hanya Elkan Baggott, beberapa pemain top dunia sempat terganjal peraturan GBE sebelum bermain di Premier League, seperti pemain Arsenal Gabriel Martinelli dan William Saliba, serta pemain Brighton & Hove Albion Kaoru Mitoma. Martinelli dan Saliba terbantu status mereka sebagai pemain homegrown Arsenal. Sehingga, dapat langsung dimainkan. Sementara, Mitoma dipinjamkan ke Liga Belgia terlebih dahulu karena belum pernah bermain di tingkat timnas saat bergabung dengan Brighton pada 2021 lalu. (edo/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana