RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Musim 2015/2016 lalu, tidak ada yang menyangka bahwa tim non-elit sekelas Leicester City dapat mengganggu persaingan raksasa Eropa seperti Manchester City, Liverpool, Arsenal, dan sebagainya. Apalagi sampai merebut trofi Premier League (Liga Inggris) perdana mereka. Namun, sepeninggal Vichai Srivaddhanaprabha selaku pemilik klub dan Claudio Ranieri selaku pelatih, The Foxes (julukan Leicester City) tak dapat mengulang keajaiban tersebut.
Bahkan, lambat laun Leicester City kembali merosot ke papan tengah. Bahkan, papan bawah. Puncaknya, The Foxes terdegradasi kembali ke EFL Championship (Liga Inggris divisi dua) pada musim 2022-2023 lalu setelah mengakhiri musim di urutan ke-18, hanya selisih dua poin dari Everton.
Setahun berselang, fans Leicester akhirnya dapat semringah kembali. Tidak hanya Leicester City masih berada di puncak EFL Championship dengan sisa dua laga, mereka otomatis naik kasta kembali ke Premier League tanpa harus menjalani playoff, yang ditujukan untuk tim yang finish di posisi tiga hingga enam.
Kepastian juara Leicester City datang dari dua pertandingan terpisah. Pertama, The Foxes sukses menekuk Southampton 5-0 di kandang mereka sendiri, Stadion King Power (24/4). Kemudian, rival terdekat mereka, Leeds United, dijungkalkan oleh Queens Park Rangers (QPR) saat bertandang ke Loftus Road dinihari lalu (27/04).
Dengan hasil tersebut, Leeds sejatinya hanya tertinggal empat poin dari The Foxes di klasemen sementara. Namun, Leeds memainkan satu laga lebih banyak dari The Foxes, sehingga hanya memiliki satu laga sisa dan tidak dapat mengejar ketertinggalan.
Sejatinya, Leicester juga memiliki rival lain, yakni Ipswich Town yang memainkan satu laga lebih sedikit dari Leicester. Namun, meskipun Ipswich dapat menyalip Leicester di akhir musim, Leicester tetap dapat otomatis naik kasta dengan finish posisi kedua klasemen, dan Leeds sudah tidak mungkin menyalip The Foxes.
Beban Leicester untuk menutup musim 2023/2024 dengan trofi Championship juga diringankan dengan dua laga terakhir mereka, yakni melawan tim papan tengah Preston North End (30/4) dan tim papan bawah Blackburn Rovers (4/5). Sementara, Ipswich Town masih harus berhadapan dengan sesama tim papan atas Hull City (28/4) dan Coventry City (1/5), serta satu tim yang berjuang menghindari degradasi ke League One (Liga Inggris divisi tiga), Huddersfield Town (4/5).
Pelatih Leicester City saat ini, Enzo Maresca mengaku bangga kerja keras anak-anak asuhnya terbayar tuntas. “Saya bangga kerja keras kami berbuah promosi ke Premier League. Pencapaian kami tidak mudah, berhubung banyak tim kuat di liga ini,” ujarnya dalam statemen resmi tim.
Tentu, bagi Enzo, pekerjaan masih belum selesai karena masih ada trofi Championship di depan mata. “Momen ini sangat hebat dan patut dirayakan, namun kami masih harus bekerja keras. Kami ingin menyelesaikan musim sebagai juara dan mengangkat trofi di kandang sendiri pada pertandingan terakhir,” jelas Enzo.
Saat ini, Leicester, Leeds, dan Ipswich merupakan tim yang tersisa dalam perebutan juara Championship. Sebaliknya, Leeds dan Ipswich masih dapat terlempar ke zona playoff promosi bersama Southampton, West Bromwich Albion, Norwich City, dan Hull City.
Sementara itu, Rotherham United telah dipastikan terdegradasi ke League One, dan setidaknya enam tim berebut untuk terhindar dari degradasi, yakni Stoke City, Blackburn Rovers, Plymouth Argyle, Sheffield Wednesday, Birmingham City dan Huddersfield Town. Di sisi Premier League, Sheffield United telah dipastikan turun kasta ke Championship, dan Luton Town, Nottingham Forest serta Burnley berjuang untuk tetap bertahan di kasta teratas. (edo/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana