RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pertandingan terakhir fase perempat final AFC U-23 Asian Cup mempertemukan juara Grup C, Irak, dengan runner-up Grup D, Vietnam. Pemenang laga kali ini akan bertemu dengan Jepang di semifinal, sekaligus mengamankan satu kaki di Olimpiade Paris 2024.
Serupa dengan Indonesia, Irak datang ke perempat final dengan kalah terlebih dahulu. Kemudian merebut dua kemenangan. Kondisi skuad Irak juga relatif aman, berhubung hanya Zaid Hantoosh dan Mustafa Al Korji yang memanen kartu kuning saat pertandingan fase grup melawan Arab Saudi.
Vietnam juga hanya memiliki dua pemain yang diganjar kartu kuning. Yakni, Đức Việt Nguyễn dan Hồng Phúc Nguyễn. Namun, Vietnam datang dengan catatan miring, berhubung mereka kalah 0-3 dari Uzbekistan di match terakhir grup mereka.
Di tingkat senior, Irak dan Vietnam telah bertemu enam kali. Namun, untuk tim U-23 mereka baru bertemu tiga kali. Irak mendominasi pertemuan mereka di tingkat senior dengan catatan lima kali menang dan sekali seri. Tapi, di tingkat U-23, Irak dan Vietnam sama-sama menang sekali dan satu laga berakhir seri.
Sehingga, masih ada kemungkinan pertandingan kali ini dapat jadi milik salah satu di antara mereka. Pelatih Irak, Radhi Shenaisil juga menganggap baik anak-anak asuhnya maupun Vietnam sama-sama kuat.
''Pertandingan babak gugur jelas berbeda ketimbang pertandingan fase grup dan kami menghormati Vietnam. Sehingga, kami akan bekerja keras. Namun, saya juga merasa kami telah bermain baik dan kami juga diunggulkan untuk masuk semifinal," kata Radhi.
Radhi juga menyoroti perbedaan kultur dan teknik bermain sepak bola antara mereka dan Vietnam. ''Permainan sepak bola di Asia Barat dan Timur jauh berbeda. Negara-negara di timur mengandalkan kecepatan. Sedangkan, negara-negara barat mengutamakan kualitas bermain," jelas Radhi.
''Kami telah melihat permainan Vietnam di fase grup, pandangan saya mereka punya disiplin tinggi. Sehingga kami akan meramu strategi untuk menghadapi faktor tersebut," tambah Radhi.
Sementara itu, pelatih Vietnam, Hoang Anh Tuan tidak gentar dengan Irak. Meskipun memiliki catatan pertemuan yang kurang baik. ''Ya, memang kami pernah kalah melawan Irak, tapi itu kan dulu. Saya rasa kedua tim memiliki peluang seimbang untuk masuk semifinal," ujar Hoang.
Selain itu, pelatih yang menggantikan Philippe Troussier tersebut juga mengingatkan, bahwa apapun bisa terjadi dalam sepak bola. ''Irak bisa dikalahkan oleh Thailand. Tapi, saya tidak berkata Irak lebih lemah ketimbang Thailand. Intinya, apapun bisa terjadi, banyak faktor yang dapat menjadi penentu dalam pertandingan, tidak hanya perbandingan di atas kertas saja," jelas Hoang.
Dari sisi line-up, berkat perombakan yang dilakukan Hoang saat menghadapi Uzbekistan, dirinya punya banyak pemain segar yang siap diturunkan. Selain itu, Ngoc Thang juga dapat dimainkan kembali setelah absen akibat menerima kartu merah.
Sementara itu, Irak diperkirakan masih mengandalkan skuad yang relatif sama dengan fase grup. Sehingga, diperkirakan kedua tim berpeluang menang tipis, termasuk bila harus melalui perpanjangan waktu.
Pemenang laga kali ini akan berhadapan dengan Jepang di semifinal, sekaligus mengamankan satu kaki menuju Olimpiade Paris 2024. Tiket Olimpiade Paris 2024 diberikan kepada kedua finalis serta pemenang perebutan tempat ketiga, plus satu tiket untuk tim yang kalah di perebutan tempat ketiga jika berhasil menang melawan Guinea di babak playoff. (edo/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana