Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Hasil Formula 1 Grand Prix Tiongkok: Verstappen Menang Lagi, Guanyu Zhou Wujudkan Mimpi Dua Dekade

Yuan Edo Ramadhana • Senin, 22 April 2024 | 02:06 WIB
Meskipun hanya finish ke-14, Guanyu Zhou akhirnya mewujudkan mimpi masa kecilnya sekaligus mimpi masyarakat Tiongkok. (Foto: Dok. Kick Sauber)
Meskipun hanya finish ke-14, Guanyu Zhou akhirnya mewujudkan mimpi masa kecilnya sekaligus mimpi masyarakat Tiongkok. (Foto: Dok. Kick Sauber)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Dua dekade lalu, tepatnya pada musim semi 2004, Tiongkok kedatangan kejuaraan Formula 1 (F1) untuk pertama kali di Sirkuit Internasional Shanghai. Meskipun event perdana tersebut berjalan lancar dan menumbuhkan ketertarikan publik negeri tirai bambu terhadap balap jet darat, belum ada pembalap Tiongkok yang dapat menembus kejuaraan tersebut. Meskipun Ho Pin-Tung sempat mendapat kursi F1 pada pertengahan 2000-an bersama Williams dan Sauber, dirinya hanya ditempatkan sebagai pembalap penguji (test driver).

Pada gelaran kedua Grand Prix (GP) Tiongkok di tahun 2005, seorang anak berusia 6 tahun datang ke Sirkuit Shanghai bersama ayahnya sambil menenteng bendera bergambar idolanya, Fernando Alonso. Hampir dua dekade kemudian, bocah tersebut, Guanyu Zhou, tumbuh besar dan mencatatkan sejarah sebagai pembalap Tiongkok pertama yang berlaga di F1 pada tahun 2022.

Tidak hanya itu, Zhou dapat bertarung dengan idola masa kecilnya, Alonso. Meskipun sempat menyatakan keluar dari F1 untuk mengejar gelar Triple Crown motorsport, Alonso memutuskan kembali ke F1 saat Zhou menapak karir di tingkat junior, dan masih aktif saat Zhou memasuki jenjang F1.

Meskipun demikian, mimpi Zhou untuk tampil di hadapan publik sendiri sempat terhadang oleh takdir. Usai gelaran GP Tiongkok 2020 dibatalkan akibat pandemi Covid-19, negosiasi antara manajemen F1 dan panitia penyelenggara GP Tiongkok berjalan alot. Karena ini, meskipun kontrak GP Tiongkok masih aktif pasca pandemi, GP Tiongkok baru kembali digelar tahun ini.

Praktis, baik Zhou maupun publik Tiongkok sama-sama antusias menyambut GP Tiongkok tahun ini. Zhou memutuskan untuk memakai helm dengan desain khusus yang merayakan kota Shanghai serta masa kecilnya, termasuk foto saaat dirinya pergi ke GP Tiongkok semasa kecil. Begitu pula sebaliknya, para penonton berduyun-duyun memenuhi tribun sirkuit sambil membawa poster dan banner dengan foto Zhou.

Di babak kualifikasi (20/4), duo Red Bull Racing, Max Verstappen dan Sergio Perez kembali mengamankan grid terdepan seperti balapan-balapan sebelumnya. Alonso tampil gemilang dengan menamankan posisi start ketiga, tepat di belakang Verstappen. Zhou sendiri start dari posisi ke-16, terpaut 0.05 detik dari Daniel Ricciardo di eliminasi kualifikasi pertama. Rekan setim Zhou di tim Kick Sauber, Valtteri Bottas, start di posisi ke-10.

Saat start, Verstappen langsung melesat ke depan, dan Alonso langsung bereaksi dengan menyalip Perez dari sisi luar tikungan pertama, bahkan hampir dapat melewati Verstappen. Namun gaya balap agresif Alonso menyebabkan ban mobilnya terkikis terlalu cepat, sehingga Alonso pelan-pelan kehilangan momentum dan disalip oleh Perez dan pembalap McLaren, Lando Norris di lap ke-8.

Sebaliknya, duo Ferrari, Charles Leclerc dan Carlos Sainz sempat terhalang keramaian saat start, sehingga memutuskan untuk membangun momentum pelan-pelan. Taktik ini berhasil setelah kedua pembalap naik kembali ke urutas atas sebelum pit stop pertama.

Agar Zhou dapat merangsek ke posisi tengah, Kick Sauber memutuskan agar Zhou masuk pit lebih awal di lap ke-11, dan taktik ini diikuti oleh Yuki Tsunoda, dan Nico Hulkenberg. Sempat ada insiden saat tim Alpine melakukan pit stop, yakni kru pit menurunkan mobil Pierre Gasly terlalu cepat saat ganti ban, sehingga ban belakang Gasly tidak terpasang dan harus diangkat kembali.

Leclerc, Sainz dan Norris sempat berencana untuk meminimalisir jumlah masuk pit stop dan tetap melaju hingga pertengahan balapan. Namun taktik tersebut ambyar seketika setelah Valtteri Bottas terpaksa memarkir mobilnya akibat kerusakan transmisi.

Terhentinya mobil Bottas menyebabkan safety car keluar agar petugas marshall dapat meminggirkan mobil Bottas. Momen ini juga dimanfaatkan oleh hampir seluruh pembalap untuk mengganti ban sekali lagi. Berhubung mobil Bottas tidak sempat masuk gigi netral, para marshall sempat kesulitan meminggirkan mobil Bottas, sehingga periode safety car berjalan agak lama.

Balapan akhirnya berlanjut kembali di lap ke-26, namun hampir secara instan kembali memasuki periode safety car akibat dua insiden berbeda. Rekan setim Fernando Alonso, Lance Stroll tidak sengaja menghajar buntut mobil Daniel Ricicardo saat restart akibat rem Stroll mengunci. Rekan setim Norris, Oscar Piastri hampir terseret dalam insiden tersebut, namun masih dapat menghindar. Beberapa saat kemudian, Kevin Magnussen tidak sengaja menyenggol rekan setim Ricciardo, Yuki Tsunoda hingga velg mobil Tsunoda rusak.

Atas kejadian tersebut, Stroll dan Magnussen diberi hukuman tambahan waktu 10 detik. Selain itu, tim belaan Ricciardo dan Tsunoda, Visa Cashapp Racing Bulls, juga terpaksa berkemas-kemas lebih awal. Meskipun demikian, Stroll dan Magnussen sempat berduel cukup lama selepas restart kedua.

Di depan mereka berdua terdapat Zhou, yang juga berusaha mengejar Pierre Gasly. Kesibukan Stroll dan Magnussen berduel satu sama lain membuat posisi Zhou di posisi ke-15 tidak terancam. Bahkan Zhou sempat sukses bertarung melawan Gasly dan Logan Sargeant, dengan disambut sorak sorai publik sendiri.

Jelang akhir balap, Fernando Alonso memutuskan masuk pit sekali lagi untuk mengejar fastest lap. Meskipun sempat tertinggal agak jauh, Alonso dapat kembali ke posisi 10 besar dengan cukup cepat setelah kembali tampil agresif, meskipun penampilannya hampir berakhir di pagar pembatas di lap ke-49 saat mengejar George Russell.

Kick Sauber memutuskan menerapkan taktik serupa untuk Zhou setelah Alonso masuk pit stop. Taktik ini terbukti ampuh pula untuk Zhou, setelah dirinya kembali menyalip Stroll, Magnussen dan Sargeant untuk merebut kembali posisi ke-15. Namun, mobil Zhou mengalami kerusakan ringan setelah bersenggolan saat menyalip Magnussen.

Meskipun sempat menginjak serpihan mobil Zhou pada akhir balapan, Max Verstappen melenggang dengan mudah ke garis finish setelah 56 lap. Kemenangan ini merupakan kemenangan perdana Verstappen di sirkuit Shanghai, dan kemenangan ke-58 dalam karirnya.

Kombinasi taktik pit jitu serta kesibukan Sergio Perez berduel dengan Charles Leclerc mengantarkan Lando Norris finish kedua di depan Perez. Posisi keempat dan kelima diisi oleh Leclerc dan Sainz.

Sementara itu, Guanyu Zhou mengakhiri balapan di depan publik sendiri di posisi ke-14. Meskipun demikian, usai balapam, Zhou diperintahkan oleh race director untuk kembali ke garis start-finish bersama para 3 pembalap teratas, alih-alih kembali ke pit bersama pembalap lain.

Ternyata, panpel GP Tiongkok menyediakan tempat parkir khusus untuk Zhou di belakang para pembalap peraih podium. Usai mengucapkan terima kasih melalui radio tim, Zhou turun dari mobil dan menyapa ribuan penonton di grandstand yang telah menantinya. Bahkan Zhou sempat terdiam sesaat sambil menahan air mata.

Usai balap, Verstappen mengaku senang mobilnya dapat dipercaya sepanjang akhir pekan. “Saya rasa mobilnya kencang dan nyaman, serta dapat diajak lari menggunakan semua jenis ban yang ada. Selain itu, restart saya berjalan dengan baik,” ujar Verstappen.

Sementara itu, Zhou merasa senang dan bersyukur dapat tampil di depan publik sendiri untuk pertama kali. “Waktu saya masuk pit terakhir, saya sempat melihat ke tribun dan berpikir, ‘wah ramainya!’. Meskipun saya masih dapat menjaga konsentrasi, susah rasanya menahan rasa senang dan bangga atas dukungan yang diberikan kepada saya,” kata Zhou.

“Sepanjang akhir pekan, dari sesi latihan, saya dapat melihat penonton bersorak setiap kali saya lewat. Baru setelah balapan berakhir saya dapat meluapkan emosi saya, sehingga saya menangis setelah turun dari mobil,” tambah Zhou.

Dengan hasil tersebut, Max Verstappen melebarkan jarak kepemimpinannya di klasemen sementara F1 musim ini. Duo Red Bull, Ferrari dan McLaren masih kokoh berada di posisi enam teratas hingga akhir GP Tiongkok.

Gelaran F1 akan berlanjut pada 5 Mei dalam GP Miami di sirkuit jalan raya Miami International Autodrome. Sirkuit yang mengelilingi stadion Hard Rock tersebut menjadi sirkuit jalan raya kedua yang dikunjungi F1 musim ini setelah sirkuit Albert Park pada GP Australia.

 

Hasil Formula 1 GP Tiongkok (21/4)

  1. Max Verstappen (Red Bull) – 56 lap
  2. Lando Norris (McLaren) - +13.773 detik
  3. Sergio Perez (Red Bull) - +19.160 detik
  4. Chalres Leclerc (Ferrari) - +23.623 detik
  5. Carlos Sainz (Ferrari) - +33.983 detik
  6. George Russell (Mercedes) - +38.724 detik
  7. Fernando Alonso (Aston Martin) - +43.414 detik
  8. Oscar Piastri (McLaren) - +56.198 detik
  9. Lewis Hamilton (Mercedes) - +57.986 detik
  10. Nico Hulkenberg (Haas) - +60.476 detik (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Guanyu zhou #lando norris #charles leclerc #shanghai #Tribun #mclaren #carlos sainz #fernando alonso #sirkuit #formula 1 #balapan #max verstappen #gp tiongkok #ferrari #f1 #daniel ricciardo #Mimpi #lance stroll #sergio perez #red bull #sauber #grand prix