RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Dua dari empat kursi semifinal UEFA Champions League (UCL) dipastikan terisi Borussia Dortmund (BVB) dan Paris Saint-Germain (PSG). Setelah sukses merebut kemenangan di leg kedua perempat final UCL pada Rabu dinihari (17/4). Dua tiket tersisa akan diperebutkan Real Madrid, Manchester City, Bayern Munchen, dan Arsenal pada Kamis dinihari (18/4).
Tumbangnya Barcelona di tangan PSG dan Atletico Madrid di tangan Dortmund menyisakan Real Madrid sebagai satu-satunya perwakilan La Liga (Liga Spanyol) di UCL. Tidak hanya harus bermain away di leg kedua, City dan Real harus bermain ngotot setelah bermain imbang pada leg pertama di Santiago Bernabeu.
Borussia Dortmund vs Atletico Madrid: BVB Menangkan Balap Gol di Kandang Sendiri
Menjamu Atletico Madrid di kandang sendiri, Signal Iduna Park, Borussia Dortmund (BVB) memiliki beban besar setelah kalah 2-1 pada leg pertama di Stadion Civitas Metropolitano. Tentu Dortmund memasang target menang di hadapan publik sendiri untuk memuluskan jalan ke semifinal.
Tidak tanggung-tanggung, BVB langsung tancap gas sejak menit pertama. Namun, Atletico juga tidak segan untuk barter serangan. Sehingga, kiper kedua kesebelasan, Jan Oblak dan Gregor Kobel bolak-balik banting tulang menjaga gawang mereka.
Akhirnya, BVB memecah kebuntuan terlebih dahulu. Setelah Jan Oblak salah menepis tendangan Julian Brandt. Sehingga, menghasilkan gol untuk BVB di menit ke-34. Lima menit kemudian, Oblak gagal menghalau tendangan Ian Maatsen yang memanfaatkan taktik serupa dengan Brandt, menggandakan keunggulan BVB hingga turun minum.
Namun, di awal babak kedua pada menit ke-48, Mats Hummels dan Gregor Kobel salah mengantisipasi heading dari Hermoso. Berakibat Hummels menendang bola ke gawang sendiri dan menghadiahkan satu gol untuk Atleti. Kemudian, Atletico sukses menyamakan kedudukan di menit ke-64 setelah lini depan Atleti memaksa Kobel dan lini belakang BVB bermain bola rebound, yang kemudian dimanfaatkan oleh Angel Correa untuk mencetak gol.
Tak pelak, BVB langsung tancap gas kembali dan kembali menghajar pertahanan Atletico. Umpan Marcel Sabitzer sukses dikonversi menjadi gol melalui heading Niklas Füllkrug di menit ke-71 yang gagal diantisipasi Jan Oblak. Tiga menit kemudian, giliran Sabitzer yang sukses mengecoh pertahanan Atleti lewat tendangan datar yang juga mental dari tangan Oblak.
Gol Sabitzer menjadi kunci lolosnya Dortmund ke babak semifinal UCL. Dengan kemenangan 4-2 di kandang sendiri atas Atleti, BVB melaju ke semifinal dengan agregat 5-4.
''Ini sebuah kemenangan besar bagi kami. Meskipun ada momen-momen yang merugikan kami, kami tetap teguh dan yakin pada diri kami sendiri,” kata pelatih BVB, Edin Terzic dalam konferensi pers pasca pertandingan.
''Laga ini mempertemukan dua tim yang telah bekerja keras sepanjang kejuaraan, sehingga hal-hal kecil dapat berpengaruh terhadap hasil. Dan kami sukses merebut hal-hal kecil tersebut,” tambahnya.
Sementara itu, pelatih Atletico, Diego Simeone berpendapat, permainan agresif anak-anak asuhnya menjadi bumerang bagi Atletico, berhubung BVB langsung dapat beradaptasi. ''Tim saya mencoba memenangkan pertandingan yang berjalan terbalik dari perkiraan saya. Dortmund dapat segera membalas dua gol kami dan menang karena memang lebih jago dan beringas dalam situasi tersebut,” jelas Simeone.
FC Barcelona vs Paris Saint-Germain: Mbappe dan Araujo Patahkan Hati Publik Barcelona
Sebelum menjamu PSG di Stadion Olimpiade Barcelona, Blaugrana (julukan Barcelona) memiliki tabungan berupa kemenangan 3-2 di Parc des Princes pada leg pertama. Namun, insiden pra-pertandingan saat fans Barcelona melempari bis penggawa Blaugrana dengan batu. Karena mengira bis tersebut merupakan bis penggawa PSG menjadi pertanda buruk atas jalannya pertandingan leg kedua.
Di awal pertandingan, Barca tampil percaya diri dengan gol cepat di menit ke-12. Umpan Lamine Yamal disambut dengan baik oleh Rapinha yang menyelipkan diri di belakang Gianlugi Donnarumma untuk membuka keunggulan Blaugrana.
Namun, malapetaka menyambar Barca di tengah babak pertama. Pada menit ke-29, Ronald Araujo menarik dan menjatuhkan Bradley Barcola dengan kasar di kotak penalti sendiri, sehingga Araujo diganjar kartu merah dan disuir dari lapangan oleh wasit.
Entrenador (pelatih) Barcelona, Xavi Hernandez mencoba menambal pertahanan Barca dengan mengganti Lamine Yamal dengan Inigo Martinez. Namun, tetap saja Blaugrana keteteran bermain dengan 10 pemain, sebagaimana dibuktikan oleh gol Ousmane Dembele di menit ke-40 setelah lini belakang Barca kesulitan menjaga pergerakan Barcola dan Dembele dari sisi sayap.
Usai turun minum, PSG langsung membuka keran serangan dan membalikkan keadaan lewat sepakan Vitinha di menit ke-54. Meskipun, seluruh pemain Barca berkumpul di lini belakang, tidak ada yang berhasil menghalau tendangan dari luar kotak penalti tersebut.
Kemudian, penggawa Blaugrana kembali melakukan kesalahan fatal setelah Joao Cancelo menekling Ousmane Dembele di pinggir kotak penalti. Karena Joao dan Ousmane masih berada di dalam kotak 11 meter ketika tekling terjadi, wasit memberikan hadiah penalti yang berhasil dikonversi menjadi gol oleh Kylian Mbappe di menit ke-61.
Di akhir pertandingan, Mbappe memastikan takdir PSG dan Barca setelah mencetak gol di menit ke-89, memanfaatkan kesalahan lini belakang Barca. Meskipun, tendangan awal Mbappe dan Marco Ascensio sukses ditepis Marc-Andre Ter Stegen, Jules Kounde yang hendak membuang bola justru menendang bola ke arah Mbappe. Sehingga, memberikan kesempatan ekstra untuk Mbappe yang gagal dipatahkan Marc-Andre. Dan, mengakhiri pertandingan dengan skor 4-1.
Pelatih PSG, Luis Enrique mengaku bangga atas anak-anak asuhnya karena telah membayar tuntas keyakinannya. ''Kami melakukan segala hal untuk menyerang dan bermain lebih baik dari Barcelona. Meskipun sempat kebobolan, anak-anak saya tetap bermain dengan mental baja, serta penuh semangat dan gairah,” ujar Luis.
Sementara itu, pelatih Barcelona, Xavi Hernandez menyayangkan keputusan wasit mengusir Ronald Araujo. ''Susah memang bermain dengan sepuluh pemain, rasanya seperti pertandingan lain lagi. Insiden tersebut mengubah jalannya pertandingan, saya rasa kartu merah terlalu berlebihan,” jelas mantan penggawa Barcelona semasa muda tersebut.
Dengan hasil hari pertama leg kedua perempat final, PSG dan Borussia Dortmund akan bersua satu sama lain untuk memperebutkan final UCL pada Juni mendatang. BVB akan menjamu PSG terlebih dahulu di Signal Iduna Park pada akhir April. Kemudian, giliran PSG yang menerima kunjungan BVB di Parc des Princes.
Sementara itu, pada laga dinihari nanti (18/4 pukul 02.00 WIB), Bayern Munchen akan menjamu Arsenal di Allianz Arena, dan Manchester City menyambut kedatangan Real Madrid di Stadion Etihad. Seluruh tim bertanding dengan hasil seri pada leg pertama, sehingga tentu tidak akan ada yang mengalah pada leg kedua demi meraih tiket semifinal.
Hasil Pertandingan Leg 2 UEFA Champions League (17/4)
Borussia Dortmund 4 – 2 Atletico Madrid (Agregat 5-4)
(Julian Brandt 34’ , Ian Maatsen 39’, Niklas Füllkrug 71’, Marcel Sabitzer 74’ / Mats Hummels 48’ (OG), Angel Correa 64’)
FC Barcelona 1 – 4 Paris Saint-Germain (Agregat 4-6)
(Rapinha 12’ / Ousmane Dembele 40’, Vitinha 54’, Kylian Mbappe 61’ (P), 89’). (edo/bgs)