LAMONGAN, Radar Lamongan - Yehezkiel Sawery mendapatkan pelajaran berharga selama berkaus Persela musim lalu. Pemain kelahiran Sorong tersebut mendapatkan banyak menit bermain ketika Persela menembus babak 12 besar. Namun, dia harus mengubur impiannya untuk bisa bermain di Liga 1, setelah Persela gagal lolos ke semifinal Liga 2.
‘’Sebagai pemain pasti kecewa, tapi kita harus berusaha lebih baik lagi musim depan, jika masih memiliki rezeki di Persela,’’ ujar Sawery.
Selama bermain untuk persela, Sawery mengaku senang dan bangga. Sebab, dirinya diterima dengan baik oleh tim Persela. Sawery mengaku, saat ini belum ada tawaran masuk. ‘’Jika Persela masih membutuhkan, tentu bersedia,’’ ucap Sawery.
Pemain 25 tahun itu sudah akrab dengan makanan khas soto Lamongan. Bahkan, dia sering menghabiskan waktunya untuk membeli jajan di sekitar alun-alun di sela kesibukannya.
‘’Untuk masyarakatnya ramah, lingkungannya juga mudah untuk adaptasi, apalagi kulinernya,’’ tuturnya.
Dalam hati kecil, Sawery juga memiliki harapan bisa bergabung dengan klub yang dekat dengan kampung halamannya. Salah satunya PSBS Biak yang dipastikan promosi ke Liga 1.
Namun, Sawery sadar diri, karena sebagai pemain muda masih minim pengalaman. Sementara untuk menjadi bagian dari tim Liga 1 harus banyak pengalaman di lapangan.
‘’Saya perlu banyak pengalaman dan menit bermain untuk bisa gabung ke liga 1, jadi mungkin belum untuk musim depan,’’ ungkapnya. (rka/ind)
Editor : Hakam Alghivari