Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Hasil FIA WEC Qatar 1.812 KM: Porsche Berjaya, Peugeot Berduka, dan Rossi Nyaris Podium

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 7 Maret 2024 | 18:56 WIB
Pembalap Peugoet TotalEnergies Jean-Eric Vergne melangkah keluar dari Peugeot 9X8 tunggangannya setelah kehabisan bensin dan melintas finish menggunakan tenaga baterai darurat. (Dok. FIA/ACO)
Pembalap Peugoet TotalEnergies Jean-Eric Vergne melangkah keluar dari Peugeot 9X8 tunggangannya setelah kehabisan bensin dan melintas finish menggunakan tenaga baterai darurat. (Dok. FIA/ACO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Porsche sukses menghabiskan seperempat musim 2024 dengan mengisi koleksi trofi di ajang sportscar. Setelah memenangkan Daytona 24 Jam pada Januari dan Bathurst 12 Jam pada Februari, pabrikan mobil asal Stuttgart tersebut memulai langkah di FIA World Endurance Championship (WEC, kejuaraan dunia endurance) dengan kemenangan telak di seri pembuka, Qatar 1.812 Kilometer, di Sirkuit Lusail International Circuit pada Sabtu, 2 Maret 2024 lalu.

Di kelas Hypercar, Porsche Penske Motorsport sukses mengamankan finish 1-3, dengan tim customer Porsche, Hertz Team JOTA menyelipkan diri di posisi kedua. Di kelas LMGT3, tim customer dukungan Porsche, Manthey Pure Rxcing menjalani debut kejuaraan dunia luar biasa dengan mengamankan kemenangan dari dua tim Aston Martin, Heart of Racing dan D’Station Racing.

Suksesnya Porsche melakukan sapu bersih di kelas Hypercar tidak lepas dari tragedi yang menimpa Peugeot. Peluang meraih podium perdana untuk pabrikan asal Perancis tersebut kandas di lap terakhir setelah Jean-Eric Vergne kehabisan bensin.

Hypercar: Kado Perpisahan Terpahit Peugeot, Syukuran Besar untuk Porsche

Qatar 1.812 Kilometer menjadi ajang balap terakhir untuk mobil andalan Peugeot, 9X8, yang terkenal sepenuhnya mengandalkan ground effect (efek aerodinamika antara tanah dan bagian bawah mobil). Dan, tidak menggunakan sayap belakang seperti mobil-mobil sekelasnya. Mulai seri berikutnya di Imola, Peugeot 9X8 tetap akan dipakai. Namun, akan dipasangi sayap belakang serta menerima upgrade besar.

Di babak kualifikasi, tim Peugeot TotalEnergies lolos ke babak Hyperpole. Namun, kedua mobil mereka, nomor 93 dan 94 gagal menembus lima besar. Posisi terdepan dipegang Porsche Penske Motorsport nomor 5. Dan, Toyota Gazoo Racing nomor 7 berada di sampingnya. Juara bertahan kelas Hypercar, Toyota Gazoo Racing nomor 8 secara mengejutkan gagal lolos ke babak Hyperpole dan start di posisi ke-11.

Saat start, Ferrari AF Corse nomor 50 yang dikendarai Miguel Molina langsung menyapu kedua mobil terdepan dari sisi luar tikungan pertama. Juga mengambil alih pimpinan lomba, diikuti oleh Peugeot TotalEnergies momor 93 yang sukses mencuri posisi ketiga. Mobil Peugeot yang lain, nomor 94, sempat spin setelah disenggol mobil Cadillac Racing nomor 2 di tikungan pertama. Namun, masih bisa melanjutkan balap.

Sepanjang setengah jam pertama, Miguel Molina di dalam Ferrari AF Corse nomor 50 dan Michael Christensen di dalam Porsche Penske Motorsport nomor 5 saling beradu. Namun, Nico Muller yang memulai langkah Peugeot TotalEnergies nomor 93, mencuri pimpinan lomba setelah Christensen melebar saat berduel dengan Molina. Kemudian, Muller menyalip Molina di garis start/finish.

Peruntungan Molina semakin memburuk. Setelah dirinya diganjar penalti. Karena telat menyebrang untuk masuk pit lane. Rekan setim Molina, James Calado di dalam Ferrari AF Corse nomor 51, juga tertimpa sial setelah bodi belakang mobilnya terbang dan lepas di tengah jalan. Calado terpaksa masuk pit lebih awal untuk memperbaiki mobil dan bertukar kursi dengan Alessandro Pier Guidi.

Sementara itu,setelah dua jam balapan, rekan setim Christensen, Laurens Vanthoor di dalam Porsche Penske Motorsport nomor 6, merangsek ke poisisi teratas setelah memenangkan duel melawan Christensen, Muller, dan pembalap Hertz Team JOTA nomor 12, Norman Nato.

Sejak matahari terbenam, Porsche Penske Motorsport nomor 6 dan Peugeot TotalEnergies nomor 93 saling tarik ulur dan beberapa kali bertukar posisi. Sementara Porsche Penske Motorsport nomor 5 sempat masuk garasi untuk memperbaiki handling, dan Hertz Team JOTA nomor 12 memilih jadwal pit stop lebih singkat ketimbang ketiga mobil lain.

Pemilihan jadwal pit lebih panjang serta gaya mengemudi agresif dari Laurens Vanthoor, Andre Lotterer, dan Kevin Estre di dalam Porsche Penske Motorsport nomor 6 sukses mengantarkan trio tersebut memenangkan Qatar 1.812 Kilometer dengan total waktu 9 jam 56 menit. Empat menit lebih cepat dari batas waktu balap yang ditetapkan oleh FIA. Saking unggulnya, Estre masih sempat masuk pit untuk melakukan perbaikan bodi tanpa kehilangan pimpinan lomba setelah disenggol oleh salah satu mobil LMGT3.

Namun, di balik kesuksesan Porsche Penske, terdpaat penderitaan besar yang menimpa Peugeot TotalEnergies. Setelah berjam-jam mempertahankan posisi kedua dan meliuk-liuk mengoverlap pulhan mobil, Jean-Eric Vergne di atas Peugeot TotalEnergies nomor 93 justru dapat didekati oleh mobil Hertz Team JOTA nomor 12 yang dikendarai oleh Callum Illott, serta Porsche Penske Motorsport nomor 6 yang dikendarai Matt Campbell.

Namun, duel antara Vergne, Illott, dan Campbell langsung berakhir prematur di lap terakhir. Vergne yang unggul agak jauh dari Illott mendadak memelankan laju mobil, dan langsung disalip Illott dan Campbell. Campbell sendiri tidak mampu menyalip Illott hinga finish, dengan kedua pembalap hanya terpisah satu detik.

''No power! No power!" lapor Vergne di radio tim setelah mobilnya hampir berhenti di tengah jalan. Vergne kemudian menyalakan tenaga baterai darurat dari sistem hybrid untuk membawa mobilnya finish ke-7. Baterai mobil Vergne habis tepat saat melintas garis finish.

Namun, tindakan Vergne berbuah pahit. Karena steward (wasit balap) memutuskan untuk mendiskualifikasi Vergne dan Peugeot TotalEnergies nomor 93. Karena meneruskan balapan alih-alih kembali ke pit lane setelah menggunakan tenaga darurat. ''Peserta melanggar peraturan pasal 5.3.2 dengan tidak kembali ke garasi setelah menggunakan tenaga darurat, dan melanjutkan lomba agar tercatat finish, sehingga dianggap mengambil keuntungan dengan perbuatan tersebut,” bunyi keputusan steward pasca balap.

Usai balap, Direktur Stellantis Motorsport, Jean-Marc Finot menjelaskan, mengapa Vergne terpaksa mengakhiri balap menggunakan tenaga darurat. ''Terdapat masalah pengisian bensin saat pit stop terakhir kami, dengan laju pengisian bensin di bawah target. Sehingga bensin yang terisi kurang, dan Vergne terpaksa finish menggunakan baterai darurat. Kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut sambil bersiap ke Imola dengan 9X8 versi baru,” papar Finot dalam press conference pasca balap.

Sementara itu, Kevin Estre mewakili rekan-rekannya mengaku sempat tegang di akhir balap. ''Nampaknya ada miskomunikasi antara saya dan mobil-mobil yang saya overlap. Sehingga, menyebabkan tabrakan. Mobil kami rusak, tapi masih bisa saya kendarai. Bahkan, saya sempat menolak masuk pit. Untungnya perbaikan berlangsung cepat, dan balapan berlangsung seru bagi saya hingga akhir,” ujar Estre saat ditemui di podium.

Valentino Rossi bertukar kursi dengan Ahmad Al-Harthy di pertengahan Qatar 1812 km. Trio Rossi, Al-Harthy dan Maxime Martin nyaris naik podium. (Julien Delfosse / DPPI)
Valentino Rossi bertukar kursi dengan Ahmad Al-Harthy di pertengahan Qatar 1812 km. Trio Rossi, Al-Harthy dan Maxime Martin nyaris naik podium. (Julien Delfosse / DPPI)

LMGT3: Debut Manis Pure Rxcing, Debut Pahit TF Sport-Corvette, Debut Lumayan Untuk Rossi

Salah satu perhatian terbesar dalam Qatar 1.812 Kilometer adalah debut Valentino Rossi di kejuaraan balap mobil tingkat dunia. Pembalap berjuluk The Doctor tersebut telah banting setir dari balap motor ke balap mobil sejak 2022. Namun, dirinya lebih banyak menghabiskan waktu dalam kejuaraan tingkat Eropa sambil beradaptasi bersama tim asal Belgia, WRT.

Selain itu, Rossi telah lama akrab dengan Lusail International Circuit, setelah berpartisipasi di setiap gelaran MotoGP di Lusail sejak 2014 hingga 2021, empat diantaranya berbuah kemenangan (2004, 2006, 2010, 2015). Namun, baru kali ini Rossi menginjakkan kaki di Lusail sebagai pembalap mobil, dan Lusail sendiri telah direnovasi dan diaspal ulang sejak Rossi terakhir kali ke sana untuk memenuhi kebutuhan balap mobil.

Di babak kualifikasi, Rossi dan rekannya, Ahmad Al-Harthy dan Maxime Martin lolos ke babak Hyperpole. Namun, hanya berhasil mengantar BMW M4 GT3 tunggangan mereka start dari posisi ke-8. Pole position kelas LMGT3 dipegang oleh TF Sport nomor 81 dengan Corvette C8 GT3 mereka, dengan Porsche 911 GT3R milik Manthey Pure Rxcing nomor 92 start di samping mobil TF Sport.

Selepas start, Tom van Rompuy yang mengendarai mobil TF Sport nomor 81 langsung melarikan diri. Namun, dengan cepat disalip driver Manthey Pure Rxcing nomor 92, Alex Malykhin. Kedua pembalap plus pembalap D’Station Racing nomor 777, Clement Mateu sempat beradu pintu selama beberap lap, namun kemudian Morris Schuring di dalam mobil Manthey EMA nomor 91 menyusul setelah Rompuy dan Mateu masuk pit lebih awal.

Rekan setim Valentino Rossi, Ahmad Al-Harthy memilih masuk pit lebih akhir. Namun, dirinya sempat menyenggol Lamborghini Iron Dames nomor 85. Kedua mobil tidak mengalami kerusakan signifikan, dan Al-Harthy masuk tepat waktu untuk bergantian mengemudi dengan The Doctor.

Di saat yang bersamaan, TF Sport nomor 81 terpaksa tutup garasi lebih awal setelah mengalami kerusakan transmisi dan kelistrikan. Sementara itu, Manthey Pure Rxcing nomor 92 berduel ketat dengan mobil Heart of Racing nomor 27 dan Vista AF Corse nomor 54 selama beberapa jam.

Lamanya duel antara kedua mobil lawan tersebut memberi ruang bagi Manthey Pure Rxcing nomor 92 untuk melarikan diri dan tampil nyaris tanpa kesalahan, memberikan kemenangan perdana untuk Pure Rxcing dan mencatatkan rekor sebagai tim asal Lithuania pertama yang memenangkan balap FIA WEC. Heart of Racing nomor 27 sempat memimpin balapan di depan Manthey Pure Rxcing nomor 92. Namun, spin jelang dua jam terakhir balapan.

Tetapi, berkat jadwal pit stop yang berbeda, Heart of Racing nomor 27 masih dapat mengamankan posisi kedua dari sesama pengguna Aston Martin Vantage GT3, D’Station Racing nomor 777, yang tertinggal 1 lap. Valentino Rossi dan kawan-kawannya di dalam mobil WRT nomor 46 finish 12 detik di belakang mobil D’Station, mengamankan posisi ke-4.

Klaus Bachler yang menjadi driver terakhir untuk Manthey Pure Rxcing memuji rekan setimnya, Alex Malykhin yang tampil mengesankan di jam pembuka. “Saya sangat kelelahan tapi hasil ini sangat memuaskan. Kuncinya ada di tangan Alex, yang tampil cepat di awal balap. Dia seorang pekerja keras yang sangat tangguh,” ujar Bachler.

Sementara itu, rekan setim Tom van Rompuy, Charlie Eastwood mengaku kecewa setelah gagal finish meskipun start terdepan. ''Kami start terdepan namun kemudian jatuh ke belakang. Kami kemudian memutuskan untuk ckup beradaptasi dengan mobil kami yang masih baru, namun kemudian pengaman sistem kelistrikan mobil kami rusak,” jelas Eastwood.

Valentino Rossi sendiri memandang hasil yang diraih dengan legawa. ''Finish ke-4 merupakan awal yang baik untuk musim ini, namun sayang juga karena kami hampir naik podium dan gagal. Secara keseluruhan kami berhasil balapan tanpa kesalahan, tinggal kurang cepat saja,” kata Rossi.

Seri FIA WEC selanjutnya akan berlangsung pada event Imola 6 Jam di sirkuit Autodrome Enzo e Dino Ferrari, Emilia Romagna, Italia pada 21 April mendatang. Sementara itu, publik Qatar akan kembali dihibur dengan seri pembuka MotoGP di tempat yang sama, Lusail International Circuit, akhir pekan ini.

Hasil Top 5 Qatar 1.812 Kilometer – Hypercar

  1. Porsche Penske Motorsport nomor 5 (L. Vanthoor/A. Lotterer/K. Estre) – Porsche 963 – 335 lap
  2. Hertz Team JOTA nomor 12 (W. Stevens/N. Nato/C. Illott) – Porsche 963 - +33.297 detik
  3. Porsche Penske Motorsport nomor 6 (M. Christensen/F. Makowiecki/M. Campbell – Porsche 963 - +34.396 detik
  4. Cadillac Racing nomor 2 (E. Bamber/A. Lynn/S. Bourdais) – Cadillac V-Series.R - +1 lap
  5. AF Corse nomor 83 (R. Kubica/Y. Yifei/R. Shwartzman) – Ferrari 499P - +1 lap

Hasil Top 5 Qatar 1.812 Kilometer – LMGT3

  1. Manthey Pure Rxcing nomor 92 (A. Malykhin/J. Sturm/K. Bachler) – Porsche 911 GT3R – 299 lap
  2. Heart of Racing nomor 27 (I. James/D. Mancinelli/A. Riberas) – Aston Martin Vantage GT3 - +4.866 detik
  3. D’Station Racing nomor 777 (C. Mateu/E. Bastard/M. Sorensen) – Aston Martin Vantage GT3 - +1 lap
  4. WRT nomor 46 (V. Rossi/A. Al-Harthy/M. Martin) – BMW M4 GT3 - +1 lap
  5. Vista AF Corse nomor 54 (T. Flohr/F. Castellaci/D. Rigon) – Ferrari 296 GT3 - +2 lap (edo/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana
#aston martin #the doctor #bmw #sportscar #porsche #endurance #Peugeot #kejuaraan dunia #balapan #valentino rossi #WEC #toyota #FIA WEC #rossi #finish #ferrari #WRT #cadillac #corvette #qatar #mobil #balap