Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Diplot Sebagai Stoper, Pemain Persela Dede Sapari Banjir Pujian

Hakam Alghivari • Senin, 15 Januari 2024 | 19:58 WIB
BERMAIN DI POSISI BARU: Dede Sapari bermain cukup taktis bersama Ichwan Ciptady dalam menghalau serangan penggawa FC Bekasi City.  (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG )
BERMAIN DI POSISI BARU: Dede Sapari bermain cukup taktis bersama Ichwan Ciptady dalam menghalau serangan penggawa FC Bekasi City. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG )

LAMONGAN, Radar Lamongan - Absennya Jonathan Campbell tak membuat pertahanan Persela rapuh. Tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu mampu mempermalukan tamunya FC Bekasi City dengan skor 3-1, Sabtu (13/1). Di luar dugaan, Dede Sapari diinstruksikan mengisi posisi stoper. Padahal, pemain 19 tahun tersebut sebelumnya selalu diturunkan di posisi bek sayap.

Di laga kedua grup Y babak 12 besar Liga 2 itu, Jonny – julukan Jonathan Campbell menyaksikan rekan-rekannya bertanding dari tribun Stadion Tuban Sport Center. Bek asal Amerika itu memuji penampilan Dede Sapari.

‘’Sangat bagus, dia (Dede, Red) pemain muda dan dia menempati posisi saya. Bersyukur tim kami bisa meraih poin penuh,’’ ucap Jonny kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (14/1).

Di laga tersebut, Dede berduet dengan Ichwan Ciptady. Sedangkan, Alfin Tuasalamony mengisi posisi bek kiri, serta Rafiud Drajat mengisi posisi bek kanan. Head Coach Persela, Djadjang Nurdjaman mengatakan, ada banyak pertimbangan hingga memilih Dede Sapari sebagai stoper. 

‘’Dia (Dede, Red) asalnya sebenarnya stoper, masuk seleksi ke Persela juga sebagai stoper, jadi tidak ragu dan tidak gambling juga,’’ ucap pelatih berusia 64 tahun tersebut.

Di awal laga melawan skuad Kuda Hitam – julukan FC Bekasi City, penampilan Dede cukup meragukan. Pemain kelahiran Sumedang, 8 April 2004 tersebut gagal mengintersep bola, hingga tercipta gol untuk FC Bekasi City. Namun, Dede berbenah hingga mampu menghalau serangan yang dibangun oleh Ezechiel dkk.

‘’Dede pemain muda, baru 19 tahun. Jadi bermain di Liga 2, buat dia juga untuk pertama kalinya, pasti ada nervous-nya, tapi kami sangat maklumi,’’ ungkap pelatih yang pernah membesut Persib tersebut.

Hingga kini belum diketahui Jonny absen berapa lama dari cedera lutut. Ketika menyaksikan bertandingan, lutut Jonny dibalut kain. Selama babak penyisihan hingga laga perdana 12 besar, Jonny selalu menjadi andalan dan bermain penuh. Sehingga, absennya pemain berpostur 185 centimeter (cm) itu sempat memberikan keraguan. 

‘’Perbedaan pasti ada, ada Cambell (Jonny, Red) dengan kelebihannya, juga pasti membuat kita nyaman, tapi Dede bisa memainkan peran cukup baik,’’ terang Djanur. (rka/ind)

 

Editor : Hakam Alghivari
#Banjir Pujian #Diplot #persela #FC Bekasi City #lamongan #pemain #stoper