BOJONEGORO,Radar Bojonegoro - Sebanyak 226 peserta siap dan antusias memenangkan lomba akuatik yang mana kali pertama digelar usai pandemi Covid-19. Tepatnya, pada 20 Desember lalu. Suara riuh teriakan semangat dari pinggir kolam renang Bojonegoro Water Sport (BWS) menambah ramai suasana.
Tampak teman, orang tua, hingga pelatih berjajar tidak sabar menanti kebanggaannya melewati perlintasan yang telah disiapkan panitia. Tiba waktu perlombaan dimulai, para peserta menempati tempat disediakan. Hingga peluit ditiup, mereka mulai memasuki arena kolam renang.
Panjangnya 50 meter dengan skema lima lintasan. Ketua Akuatik Bojonegoro Hendri Rahman Susetyo menjelaskan, perlombaan ini merupakan kali pertama setelah pandemi Covid-19.
Serta, setelah perubahan nama Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) menjadi Akuatik Indonesia Cabang Bojonegoro. ’’Antusiasme peserta sangat tinggi. Meski mengalami perubahan hari dari Minggu menjadi Rabu,” lanjut Hendri sapaan akrabnya. Bahkan, tidak ada peserta yang mengundurkan diri.
Perlombaan tersebut diadakan antar pelajar se-Kabupaten Bojonegoro. Mulai dari TK, sekolah dasar (SD) sederajat, sekolah menengah pertama (SMP) sederajat, hingga SMA sederajat. Tujuannya menjaring dan mencetak atlet renang profesional masa depan.
Serta, regenerasi atlet yang telah ada. ’’Karenanya, kami adakan dari tingkat TK. Agar dapat memunculkan bibit atlet baru yang berkesinambungan. Tidak hanya fokus pada satu atau dua atlet yang sudah ada,” terangnya.
Menggembirakan dengan hasil diraih peserta. Karena tergolong baru perlombaannya. Rerata juara menempuh limit satu menit. Dengan kategori 50 meter gaya kick bebas, kick dada, bebas, dada, kupu-kupu, punggung, hingga gaya bebas 100 meter. ’’Sesuai kelompok umurnya,” jelasnya.
Dia berencana, lomba akuatik atau renang ini menjadi agenda tahunan setiap Desember atau akhir tahun. Agar pembibitan dan bakat baru dapat diwadahi dan diapresiasi.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bojonegoro Sahari menambahkan, event atau kegiatan seperti ini dapat memotivasi anak.
Harapannya, dapat membangkitkan kembali prestasi Bojonegoro dari segi prestasi atlet. ‘’Agar bibit bermunculan dan bisa bersaing di tingkat regional maupun nasional seperti lima atau sepuluh tahun ke belakang,” tuturnya. (*/bgs)
Editor : Hakam Alghivari