Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Pengurus Cabor Keluhkan Minim Anggaran Pembinaan

Hakam Alghivari • Selasa, 19 September 2023 | 01:25 WIB
Ilustrasi Keluhkan Minim Anggaran Pembinaan (AInur Ochiem/R.Bjn)
Ilustrasi Keluhkan Minim Anggaran Pembinaan (AInur Ochiem/R.Bjn)

Bojonegoro, Radar Bojonegoro - Perolehan medali emas kontingen Bojonegoro pada Poprov 2023 dinilai akibat banyak faktor. Terutama anggaran pembinaan minim hingga Program Kartu Potensi Olahraga Bojonegoro (K-POB) tidak tepat sasaran.

Pengurus cabang olahraga (cabor) mengeluhkan minimnya anggaran untuk persiapan porprov. Sehingga persiapan dan motivasi atlet kurang masimal. Selain itu, banyak atlet turun di porprov tak mendapatkan K-POB.

Ketua PABSI Bojonegoro Zubaidi mengatakan cabor yang meraih banyak prestasi hanya mendapat sedikit anggaran pembinaan. Sedangkan, cabor minim prestasi mendapat lebih banyak anggaran.

‘’Atlet berprestasi tidak difasilitasi,” ungkapnya.

Zubaidi mengatakan anggaran untuk cabornya tidak banyak. Sehingga, persiapan tak masimal. Padahal biasanya atlet bisa mendapat uang saku, namun tahun ini tidak bisa. Tentu berpengaruh pada semangat dan motivasi atlet.

Menurut Zubaidi program K-POB juga perlu dievaluasi karena tak tepat sasaran. Terebih banyak penerima K-POB tercatat berasal dari cabor angkat besi, sekitar 60 atlet. Padahal atlet yang benar-benar mengikuti latihan tidak sebanyak itu.

‘’Dari mana jumlah sebanyak itu,” ungkapnya.

Zubaidi menjelaskan, seharusnya verifikasi penerima K-POB dilakukan bersama pengurus cabor. Pengurus cabor mengetahui atlet aktif dan berprestasi. Sehingga, program tersebut bisa tepat sasaran diterima atlet yang mengikuti porprov.

‘’Jelas tidak tepat sasaran, hanya menghambur-hamburkan uang,” ujarnya.

Pengamat olahraga Bojonegoro Muhammad Da’i mengatakan, dari segi anggaran untuk persiapan porprov sangat kurang. Terlebih dana pemusatan latihan hanya diberikan kepada beberapa cabor.

‘’Tidak menyeluruh,” ungkapnya.

Menurut Da’i, dari segi ketepatan K-POB, banyak atlet mengikuti Porprov VIII yang tidak mendapatkan dana pembinaan dari program tersebut. Bahkan, ada atlet yang tidak tahu tentang K-POB.

Da’i menjelaskan, waktu pemusatan latihan yang sangat kurang juga berpengaruh pada prestasi atlet. Ditambah pemusatan latihan hanya dilakukan di masing-masing cabor, tidak terpusat.

‘’ Sebenarnya ini masalah klasik (waktu persiapan) dari dulu,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Bojonegoro Amir Syahid belum bisa dikonfirmasi kemarin (17/9). Ketika dihubungi belum merespons. (irv/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#cabor #pengurus #porprov #Jatim #Anggaran #Keluhkan #Pembinaan