Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Balas Dendam Yang Berat

M. Yusuf Purwanto • Rabu, 25 September 2019 | 00:30 WIB
Balas Dendam Yang Berat
Balas Dendam Yang Berat

LAMONGAN, Radar Lamongan – Persela dipermalukan Madura United di kandang sendiri dengan skor 1-5 pada laga putaran pertama Liga 1 lalu. Sehingga penggawa tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut memiliki misi balas dendam di kandang Madura United, hari ini (24/9).


’’Kita memiliki keinginan mendapatkan poin di kandang maupun di luar kandang. Semoga anak-anak bisa merealisasikan itu dipertandingan nanti,’’ tutur Head Coach Persela Nil Maizar kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (23/9). 


Jika menilik materi pemain, di atas kertas jelas Persela kalah. Sebab, Sappeh Kerrab - julukan Madura United memiliki pemain kelas satu di Indonesia. Seperti kiper M. Ridho, Markho Sandy, Greg Nwokolo, Slamet Nur Cahyo, dan Alberto Goncalves. Belum lagi pemain asing yang dimiliki seperti Rakic dan Diego Assis, selalu menjadi momok bagi barisan pertahanan lawan. ’’Mereka memang tim bagus dan dihuni banyak pemain berkualitas. Tapi tidak ada yang tidak mungkin dalam sepak bola,’’ terang pelatih berlisensi AFC Pro tersebut. 


Tapi, tim berkaus kebesaran biru muda tersebut juga selalu menjadi momok bagi tim besar. Di putaran pertama lalu Persela mampu menundukkan pemuncak klasemen Bali United dengan skor 2-0, serta melibas runner-up PS Tira Persikabo dengan skor 6-1. Sehingga Nil cukup optimistis anak asuhnya mampu mencuri poin di kandang Madura United, jika mampu bermain dalam top performance. ’’Yang penting, pemain harus percaya bahwa mereka bisa,’’ ujar pelatih yang pernah membesut Semen Padang dan PS Tira tersebut. 


Skuad Persela juga mencatat prestasi dua kali mencuri poin di kandang lawan di putaran pertama lalu. Yakni menahan imbang PSS Sleman dengan skor 1-1, serta menahan imbang Perseru Badak Lampung FC dengan skor 1-1. Di beberapa pertandingan lainnya, Persela kerap memiliki banyak peluang. Seperti ketika menghadapi Persipura lalu, Persela memiliki dua peluang emas yang membentur mistar gawang, meski akhirnya kalah. 


’’Yang terpenting fokus dan konsentrasi sepanjang pertandingan,’’ imbuh Nil. 


Manajer Persela, Yunan menambahkan, sementara timnya bisa bernapas lega karena baru keluar dari zona degradasi. Kini tim kebanggaan warga Lamongan itu berada di peringkat ke-15 dengan 19 poin. Sedangkan, Madura United menempati posisi ketiga dengan 31 poin. Dia berharap, pemain Persela mampu meraih poin meskipun bermain di luar kandang. 


’’Posisi kita belum aman, sebab tim-tim di papan bawah saling bersaing untuk mendapatkan poin’’' katanya. 


Yunan tak menampik, melihat sejarah, Persela selalu kesulitan menundukkan Madura United di kandangnya. Namun situasi, kondisi, dan semangat pemain berbeda antara pertandingan sebelumnya dan pertandingan nanti. Madura United justru sering kehilangan poin saat bermain di kandang. Tercatat enam kali Madura United kalah dan ditahan imbang tamunya. 


’’Ada beberapa tim yang mampu mencuri poin di sana (Madura). Jadi peluang kita mendapatkan poin di sana, sangat terbuka,’’ pungkasnya. (ind/feb)

Editor : M. Yusuf Purwanto
#persela #lamongan