Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Faradina Rosita, Sukses Bangun Jaringan Bisnis Apotik dan Klinik Kesehatan

M. Nurkhozim • Minggu, 31 Mei 2026 | 22:00 WIB
SUKSES : Apt. Faradina Rosita, S.Farmm, M.Sc./RADAR BOJONEGORO
SUKSES : Apt. Faradina Rosita, S.Farmm, M.Sc./RADAR BOJONEGORO

 

Kesuksesan tidak datang dalam semalam. Hal itu dibuktikan oleh Faradina Rosita, pengusaha apotik dan klinik kesehatan yang berhasil mengembangkan jaringan usahanya dari satu apotik menjadi sejumlah unit layanan kesehatan di Bojonegoro hingga Tuban.

Perjalanan bisnisnya dimulai pada 2007. Saat itu, Faradina memberanikan diri membuka apotik di tengah persaingan yang masih relatif rendah dibandingkan saat ini. Berbekal ketekunan dan komitmen memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, usahanya perlahan tumbuh dan berkembang.

Seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan, Faradina tidak hanya berhenti pada bisnis apotik. Ia kemudian memperluas layanan dengan membuka klinik kesehatan yang terintegrasi dengan apotik miliknya.

“Awalnya hanya beberapa dokter, kemudian bertambah dan terus bertambah,” tutur pemilik Apotek dan Klinik Faradina tersebut.

Perkembangan usaha yang positif mendorong Faradina untuk membuka cabang baru. Jaringan apotik miliknya kini tidak hanya berada di wilayah Kota Bojonegoro, tetapi juga telah menjangkau sejumlah kecamatan hingga Kabupaten Tuban.

Namun, setiap keputusan ekspansi tidak dilakukan secara terburu-buru. Sebelum membuka cabang baru, Faradina selalu melakukan kajian mendalam, terutama terkait potensi ekonomi dan kebutuhan masyarakat di wilayah yang menjadi target pengembangan usaha.

“Yang paling penting melihat perkembangan ekonomi dan potensi wilayah tersebut. Setelah yakin, baru kami memutuskan membuka cabang,” ujarnya kepala Radar Bojonegoro.

Meski memiliki banyak unit usaha, Faradina tetap terlibat langsung dalam pengelolaan bisnisnya. Ia memilih untuk terus memantau kualitas pelayanan agar standar yang diterapkan tetap terjaga di seluruh cabang.

Bahkan, nomor telepon pribadinya dicantumkan dalam layanan konsumen. Langkah itu dilakukan agar dirinya dapat menerima masukan maupun keluhan pelanggan secara langsung.

“Saya menyertakan nomor ponsel saya di layanan konsumen. Jadi kalau ada komplain, saya bisa langsung mengetahuinya,” jelas perempuan yang juga merupakan pemilik Klinik Jantung dan Pembuluh Darah tersebut.

Kesuksesan di sektor kesehatan sempat mendorong Faradina mencoba peruntungan di bidang lain. Ia pernah mengembangkan usaha kuliner setelah mendapat tawaran untuk mengambil alih bisnis milik rekannya.

Melihat prospek industri kuliner yang menjanjikan, Faradina memutuskan menerima tawaran tersebut. Pada tahun pertama, usaha itu berjalan cukup baik dan menunjukkan perkembangan yang positif.

Namun, badai pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia menjadi ujian berat. Kondisi ekonomi yang melemah dan perubahan pola konsumsi masyarakat membuat bisnis kuliner yang dijalankannya mengalami kerugian.

Akhirnya, usaha tersebut harus ditutup. Pengalaman itu menjadi pelajaran berharga dalam perjalanan bisnisnya.

Kini, Faradina memilih memusatkan perhatian pada sektor yang telah lama digelutinya, yakni layanan kesehatan melalui apotek dan klinik.

“Saat ini saya fokus di apotek dan klinik kesehatan,” tegasnya.

Bagi Faradina, dunia kesehatan bukan sekadar bisnis, melainkan juga sarana untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Berangkat dari satu apotik yang berdiri hampir dua dekade lalu, ia berhasil membangun jaringan layanan kesehatan yang terus berkembang dan menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat di Bojonegoro maupun Tuban. (zim)

 

Editor : M. Nurkhozim
#Bisnis #kesehatan #karir #Apotik