BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Kata ngopi sudah tak asing lagi bagi lintas generasi. Meski kadang pesannya tidak selalu kopi. Berdiskusi di warung kopi tak lengkap tanpa ditemani secangkir kopi atau biasa disebut ngopi.
Seperti kebiasaan Muhammad Muchid, Koordinator Divisi (Koordiv) Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslukab Bojonegoro ini tidak memiliki hobi tertentu seperti kebanyakan orang.
Namun, ada satu kecenderungan yang ia sukai. Yakni ngopi bersama banyak teman. ‘’Saya suka kopi ini sejak kuliah,’’ kata lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Bojonegoro itu.
Dia melanjutkan, ngopi sebagai sarana komunikasi. Baik dengan teman hingga junior organisasi. Membahas hal positif untuk ke depannya. Ngopi bagi dia bagaikan olah pikir serta sarana mencari inspirasi.
Bahkan, saking sukanya, seringkali ngopi sampai lima kali sehari. ‘’Biasanya ya bisa tiga atau empat kali sehari. Tapi, kadang juga sampai lima kali satu hari. Waktu pagi itu saya mesti ngopi,’’ tutur pria asal Kecamatan Bojonegoro Kota itu. (yna/msu)
Editor : Hakam Alghivari