Olahraga menjadi kebutuhan bagi A.H. Moestofa. Kepala SMPN 5 Bojonegoro tersebut telah menekuni bebagai olahraga sejak kecil. Mulai dari karate ketika SMP hingga SMA. Lalu, bulu tangkis saat menjadi aparatur sipil negara (ASN). ''Sempat jadi atlet kabupaten, berhenti jadi atlit akibat cedera saat pertandingan," ungkap kepala sekolah asal Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro Kota.
Kepala sekolah berusia 54 tahun tersebut kini rajin berolahraga tenis lapangan. Bahkan, setiap tiga kali seminggu. Terlebih, sudah menganggap olahraga sebagai kabutuhan.
Moestofa menilai tenis lapangan merupakan olahraga yang menyenangkan. Ketika melakukan kesalahan bukan sedih, justru bisa tertawa bersama dan meluapkan dengan berteriak.
''Bisa mandi keringat," ujar Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMPN Bojonegoro. Namun, terkadang Moestofa minder dengan kemampuan yang tidak baik dalam bermain tenis. Juga tidak percaya diri bila latih tanding dengan klub lain. (irv/bgs)
Editor : Hakam Alghivari