Pot – pot berisi tanaman cabai juga tertata rapi di lahan tersebut. Menurut Kastur, depan rumahnya pernah ada banyak tanaman. Karena lahannya digunakan kegiatan, tanaman yang ada ditebangi. Dia kemudian memaksimalkan lahan belakang rumah.
Sejumlah bibit tanaman dan pohon dibelinya dari luar kota. Kastur mencontohkan kacang panjang yang dibelinya dari Magetan. ‘’Saya tanam di pot bisa tumbuh kacangnya,’’ kata kepala SMPN 3 Lamongan tersebut.
‘’Untuk merawat tanaman ini, sore dari sekolah. Kemudian pagi sebelum menyiapkan kendaraan. Menyirami dibuat rutin santai dan senang,’’ imbuh pria yang juga menjabat wakil ketua MKKS SMP Negeri Se-Kabupaten Lamongan ini.
Meski tempat tinggalnya di Jotosanur, Kecamatan Tikung minim sumber air saat kemarau, Kastur tak patah semangat. ‘’Penyiraman tanaman sering pakai air dari daur ulang, dari hasil cucian apa, kemudian diendapkan untuk menyiram tanaman itu,’’ ucap pria 58 tahun ini.
Kastur ingin mengaplikasikan aktivitas cinta penghijauan di rumahnya itu ke sekolah yang dipimpinnya. Kebetulan, ada lahan kebun SMPN 3 Lamongan di sebelah musala. Kastur ingin melatih memberikan edukasi sebagai pembelajaran kepada siswa. (sip/yan) Editor : M. Yusuf Purwanto