Gemar membaca buku filsafat, ternyata membuat politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut cakap dalam berdiskusi. Diskusi menjadi renyah. Buku filsafat membuat pandangan berpolitik lebih komperhensif dan memutuskan sesuatu tidak terburu-buru.
‘’Sadar bahwa politik itu sejatinya proses berebut kepentingan dan kebenaran dalam perspektif multikelompok atau partai. Sehingga mempertimbangkan bahwa politik adalah perkara kompleks, maka tidak saja bermodal kecerdasan pikiran, tapi terpenting adalah kesabaran,” ujarnya politikus suka ngopi sambil diskusi tersebut. (irv/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto