‘’Kemudian dapat bengkok, lah itu saya tanami tebu, mulai merintis dari sana Mas,’’ tutur ketua Fraksi Golkar DPRD Lamongan.
Dia memutuskan bertani tebu setelah melihat dan mendengar petani palawija sering rugi karena hasil produksi tidak sebanding dengan biayanya.
‘’Merintis dari nol. Keahlian bertani tebu (awalnya) belajar sendiri. Kemudian dari pabrik gula, dibuatkan pelatihan, sampai studi banding ke luar Jawa, terkait budidaya tebu yang baik,’’ ujar ketua Koperasi Petani Tebu Rakyat Lamong Jaya Kecamatan Ngimbang itu.
Dari kegiatan bertani tebu ini, nama Kacung dikenal banyak orang. Dia akhirnya memilih maju pemilihan legislatif dan terpilih pada 2009. ‘’Jika ada agenda dewan, saya tetap mengutamakan kegiatan dewan,’’ ujarnya.
Kacung sering mengunjungi lahan tebunya pada Sabtu dan Minggu, mulai pukul 06.00. Dia biasanya menanam tebu pada November – Desember. Panennya, Juni – Oktober. ‘’Bertani tebu termasuk kegiatan refreshing yang menghasilkan,’’ ujar ketua DPD Golkar Kabupaten Lamongan ini. (sip/yan) Editor : M. Yusuf Purwanto