MENJALANI peran mahasiswa sekaligus merintis usaha bukan perkara mudah. Namun, kesibukan kuliah tak menyurutkan langkah Feby Ana Nur Hidayah untuk belajar mandiri melalui dunia bisnis.
Mahasiswi S-1 Ekonomi Pembangunan Universitas Bojonegoro (Unigoro) ini mulai tertarik berbisnis sejak duduk di bangku perkuliahan. Berbekal pengalaman bekerja selama tiga bulan di outlet makanan ringan milik orang lain. Dengan modal terbatas, Feby sapaannya, memberanikan diri membuka outlet sendiri.
Keputusan tersebut berawal dari keinginannya mencoba hal baru sekaligus memiliki kegiatan produktif di luar perkuliahan. Meski sempat kesulitan membagi waktu antara bekerja dan kuliah, pengalaman itu menjadi bekal untuk membangun usaha secara mandiri.
‘’Saya percaya kalau terus menunggu sampai semuanya siap, kita justru tidak akan pernah memulai,’’ ujarnya.
Baca Juga: Abel Nur Agustin AR, Penasaran Olahraga Woodball
Bagi gadis 20 tahun tersebut, bisnis bukan sekadar mencari keuntungan. Ada banyak hal yang dipelajari, mulai dari melayani pelanggan dengan beragam karakter, mengelola keuangan, hingga mengambil keputusan. Di samping itu, ia juga ingin belajar bertanggungjawab atas apa yang dijalankan.
‘’Suka ketika melihat outlet ramai. Ketika bisa melihat perkembangan dari usaha yang dijalankan. Sekecil apapun itu. Ada kepuasan tersendiri ketika usaha yang awalnya hanya berupa ide perlahan mulai berjalan,’’ terang perempuan asal Desa Temu, Kecamatan Kanor tersebut.
Tantangan terbesarnya adalah membagi waktu antara tugas kuliah dan urusan usaha. Terlebih, kondisi outlet yang terkadang sepi juga menjadi bagian dari dinamika berbisnis. Meski lelah, dia berusaha menjadikan setiap kesulitan sebagai proses belajar.
Feby berharap, usahanya terus berkembang tanpa mengorbankan pendidikan. Juga, pengalaman yang didapat bisa menjadi bekal untuk menghadapi dunia kerja atau kehidupan pasca kampus nanti.
‘’Kuliah sambil berbisnis adalah salah satu cara untuk belajar tentang kehidupan secara langsung. Ada banyak hal yang tidak bisa hanya dipahami lewat teori, tetapi harus dirasakan dan dijalani sendiri,’’ pungkasnya. (ewi/msu)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah