Siti Nila Masyfi’ah: Suka Dunia Olahraga dan Pantang Menyerah

Yana Dwi Kurniya Wati • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 08:25 WIB
SHE: Siti Nila Masyfi’ah, suka Dunia Olahraga dan Pantang Menyerah
SHE: Siti Nila Masyfi’ah, suka Dunia Olahraga dan Pantang Menyerah

SEJAK kecil, Siti Nila Masyfi’ah menyukai dunia olahraga seperti lari, senam, hingga lompat jauh. Ia pun aktif mengikuti berbagai perlombaan saat duduk di madrasah ibtidaiyah (MI), madrasah aliyah (MA), sampai perkuliahan. 

Tak langsung menjadi juara, prosesnya cukup panjang. Dari berkali-kali tak berhasil mengantongi predikat juara hingga berhasil meraihnya.

‘’Dulu waktu MI pernah mewakili sekolah untuk lomba lari dua kali dan senam dua kali tapi tidak menang. Saat MTs tidak pernah olahraga karena mondok, tapi ketika MA ikut lagi lomba dan lari jauh. Menang satu kali lompat jauh,” kata perempuan akrab dipanggil Nila itu.

Kini, Nila kian tertarik dan menekuni cabang olahraga (cabor) panjat tebing. Berawal adanya Asean Games 2019 di mana Indonesia mencetak sejarah juara 1 perempuan, yakni Aries Susanti. ‘’Nah, mulai dari situ aku tertarik dengan olahraga panjat tebing,” katanya.

Saat masuk kuliah, Nila, mulai menekuni cabor tersebut. Meski baru awal bergabung, sudah berani mengikuti lomba yang diadakan kampus. Dari empat lomba diikuti, meraih juara di panjat tebing.

Baca Juga: Keisha Aulia Adzilla: Tempat Baru, Cerita Baru

‘’Padahal, itu baru kali pertama saya coba memanjat. Lalu, saya dapat voucher UKM (unit kegiatan mahasiswa) mapala (mahasiswa pecinta alam) dengan gratis,” ujar alumnus Universitras Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.

Dari situ, lanjut dia, lebih sering mengikuti lomba-lomba. Mulai kompetisi di Lamongan, Jepara, hingga Madura. Meski awalnya tak memboyong piala, Nila tak pernah menyerah dan terus belajar dan latihan menyikapkan kompetisi-kompetisi lainnya.

‘’Kompetisi kelima di Lumajang dan berhasil jadi juara 3. Akhirnya, ini kemenangan pertama saya. Tapi belum puas, selanjutnya di Surabaya kembali jadi juara 3 dan di Kediri jadi juara 1,” katanya penuh semangat.

Selain itu, Nila juga berhasil menjadi juara 2 di Tulungagung mewakili UKM mapala. Ia mengaku, masih banyak kompetisi diikutinya. Namun, fokus mengembangkan klub panjat tebing di Bojonegoro. 

‘’Kami ingin Bojonegoro ada atlet panjat, meski jauh dari kata menang, tapi jika konsisten suatu saat pasti ada hasil,” tutur perempuan asal Desa Betet, Kecamatan Kepohbaru itu. (yna/msu)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
she mahasiswa olahraga bojonegoro UKM