RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - BANYAK dari pelajar yang menempuh pendidikan di pondok pesantren (ponpes) karena arahan orang tua. Tapi lama-lama jadi nyaman dan suka, layaknya Naila Niswa Muntaza. Dia mengaku, awalnya tak ingin belajar di lembaga kental dengan Islam ini
"Awalnya aku enggak ingin di pondok, tapi karena paksaan orang tua. Tapi jadi betah," ucap pelajar akrab disapa Taza itu.
Dari ponpes ia belajar banyak hal dan menemukan kenyamanan. Dia mengaku betah karena bertekad mencapai cita-cita melalui sekolah di Ponpes Sunan Drajat Kedungsantren Bojonegoro itu.
"Karena di pondok saya menjadi menjadi pribadi yang mandiri tanpa adanya orang tua," tutur pelajar 15 tahun itu.
Baca Juga: Geluti Silat, Kuntum Khaira Ummah Ingin Jaga Diri dan Lestarikan Budaya
Taza mengungkapkan, dari lembaga itu belajar yang disukai, seperti olahraga pencak silat, pramuka, dan jurnalistik.
"Aku ikut Gaspi, pramuka, dan ekstrakurikuler jurnalistik. Di sini aku belajar banyak untuk mencapai cita-cita, aku ingin jadi independent woman," ujar dia.
Selain itu, lanjut dia, juga suka membaca khususnya novel. Meski saat madrasah ibtidaiyah (MI) suka membaca buku pelajaran, namun bergeser saat duduk di bangku madrasah tsanawiyah (MTs). "Saat MTs jadi suka novel sampai MA sekarang," tutur pelajar asal Kecamatan Soko, Tuban itu. (yna/zim)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah