RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – BAGI Egrita Chika Riftika, pencak silat tidak sekadar bela diri. Juga, tempat membentuk disiplin, keberanian, hingga ketangguhan mental.
Berawal dari ketertarikannya saat duduk di bangku kelas VIII SMP. Siswa kelas XI SMAN 1 Sumberrejo ini tumbuh menjadi atlet muda yang telah mengoleksi sejumlah prestasi di berbagai kejuaraan.
Di antaranya, Juara 3 SH Cup Bojonegoro Kategori Dewasa Putri, Juara 1 Remaja Putri Ngawi Championship, Juara 1 Unigoro Competition, serta Juara 3 Kejuaraan Airlangga Pada Kategori Remaja Putri.
Baca Juga: Jihan Anggraeni, Suka Traveling untuk Lepas Penat dan Menambah Wawasan
‘’Setiap kegagalan dan keberhasilan mengajarkan akan proses menjadi pribadi lebih baik dan tidak mudah menyerah,’’ ujar gadis 17 tahun tersebut.
Rasa gugup saat bertanding di depan banyak penonton menjadi cerita perjalanannya. Yang kemudian ia lawan di setiap pertandingan demi pertandingan.
Dengan bekal latihan yang konsisten, berhasil melawan rasa gugup berselimut takut tersebut. Menang menjadi kebanggaan, sedangkan kekalahan dijadikan bahan evaluasi untuk terus berkembang.
Menjadi atlet juga bukan tanpa tantangan. Chika harus membagi waktu antara sekolah, bimbingan belajar, latihan, hingga aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Chefita Novey Pertiwi, Ingin Kerja di Bank
Belum lagi rasa lelah dan cedera yang sesekali datang. Meski demikian, dukungan orang tua menjadi penyemangat terbesar baginya. Melihat keluarga bangga atas setiap prestasi yang diraih menjadi kebahagiaan tersendiri.
Ke depan, perempuan asal Desa Bungur, Kecamatan Kanor tersebut berharap mampu meraih prestasi yang lebih tinggi sekaligus mengharumkan nama sekolah, daerah, dan keluarga. Ia juga ingin mengajak generasi muda agar tidak takut mencoba hal baru. Menurutnya, prestasi bukan lahir dari bakat semata, melainkan dari kerja keras, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar. (ewi/msu)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah