RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - MENJALANI pendidikan di jurusan keperawatan bukan perkara mudah. Tugas yang menumpuk, praktikum yang padat, hingga tuntutan untuk selalu siap secara fisik dan mental menjadi bagian dari keseharian mahasiswa. Namun, bagi Ninda Tita Pradita, semua tantangan itu justru menjadi proses untuk terus bertumbuh.
Mahasiswi Program Studi Keperawatan Institut Sains Teknologi Kesehatan Insan Cendekia Husada (Istek ICSADA) Bojonegoro itu memiliki cara sederhana untuk menjaga semangat sekaligus mengelola emosinya. Di sela kesibukan kuliah, ia memilih menonton film atau drama Korea (drakor) sebagai waktu terbaik untuk mengisi kembali energinya.
Baca Juga: Zaneta Ragil Mailani: Hobi Lari Mengantarkan Prestasi
"Menonton itu semacam me time paling ampuh supaya saya tidak mudah stres atau burnout. Banyak yang mengira menonton hanya membuang waktu, padahal bagi saya justru sebaliknya," ujar Ninda.
Menurut mahasiswi berusia 20 tahun asal Kecamatan Padangan tersebut, film maupun drakor bukan sekadar hiburan. Dari setiap cerita yang disaksikan, ia belajar banyak hal, mulai dari cara bertutur (storytelling), mengenal budaya, hingga memahami beragam karakter dan emosi manusia.
Baginya, pengalaman itu menjadi bekal berharga untuk profesi yang kelak akan dijalaninya sebagai seorang perawat.
Baca Juga: Infitahatus Zahrotul Faroh: Ubah Barang Bekas Jadi Cuan
"Saya belajar memahami berbagai karakter dan emosi. Itu akan sangat membantu saat nanti berinteraksi dengan pasien maupun masyarakat," tuturnya.
Ninda mengaku hampir setiap hari meluangkan waktu untuk menonton. Namun, kebiasaan itu menjadi "obat" yang paling ampuh ketika tugas kuliah dan ujian datang bertubi-tubi.
"Kalau sudah benar-benar kewalahan dengan tugas atau ujian, saya biasanya menyempatkan menonton. Setelah itu pikiran terasa lebih segar dan mental juga lebih siap menjalani aktivitas berikutnya," katanya. (yna/zim)
Editor : Hakam Alghivari