Kesuksesan sebuah usaha sering kali berawal dari langkah kecil yang tidak terduga. Hal itulah yang dialami Owner Ria Resto, Eveline Mosianto. Restoran yang kini dikenal luas di Bojonegoro tersebut ternyata berawal dari sebuah tugas akhir saat dirinya masih menempuh pendidikan di bangku kuliah.
Eveline bercerita, saat itu ia bersama rekan-rekan satu kelompok mendapat tugas untuk membangun sebuah usaha nyata. Setelah melalui berbagai pertimbangan, mereka sepakat memilih bisnis kuliner dengan mendirikan restoran.
Namun, tantangan yang dihadapi tidaklah ringan. Kampus tidak hanya memberikan tugas, tetapi juga menyediakan modal usaha yang nilainya cukup besar, yakni Rp300 juta.
Lebih menantang lagi, modal tersebut harus dikembangkan dan dikembalikan dengan nilai dua kali lipat dalam waktu beberapa bulan. Kondisi itu membuat Eveline dan teman-temannya harus bekerja keras untuk memastikan usaha yang dijalankan mampu menghasilkan keuntungan.
“Kami waktu itu harus memutar otak bagaimana caranya mendapatkan keuntungan,” ujarnya.
Untuk mencapai target tersebut, mereka tidak hanya mengandalkan penjualan di restoran. Berbagai peluang bisnis juga dimanfaatkan, termasuk mencari pesanan katering di luar restoran.
Menurut Eveline, tekanan untuk mencapai target menjadi motivasi tersendiri bagi timnya. Sebab, kegagalan dalam menjalankan proyek tersebut memiliki konsekuensi yang harus diterima.
“Kalau tidak berhasil ada hukumannya. Itu yang membuat kami semakin terpacu,” tuturnya.
Kerja keras mereka akhirnya membuahkan hasil. Target yang diberikan kampus berhasil dicapai, bahkan mendapatkan penilaian yang memuaskan. Namun, bagi Eveline, pencapaian terbesar bukanlah nilai akademik, melainkan pengalaman berharga tentang bagaimana membangun dan mengelola sebuah usaha.
“Banyak ilmu yang dulu dipelajari di kampus ternyata sangat membantu dalam mengelola usaha hingga berkembang seperti sekarang,” ungkapnya. (zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana