RASA takut melihat kamera pernah menjadi hambatan besar bagi Aisyah Salsabila Azzahro. Siswi SMA Negeri 1 Sumberrejo asal Desa Bogangin, Kecamatan Sumberejo itu dulu dikenal pemalu dan enggan tampil di depan umum. Namun, dunia jurnalistik perlahan mengubah keberaniannya.
Perempuan akrab disapa Ais tersebut mulai mengenal jurnalistik saat duduk di bangku kelas VIII SMP. Kala itu, dia mengikuti organisasi jurnalistik Atlas dan ekstrakurikuler jurnalistik di sekolahnya. Dari sana, ketertarikannya pada dunia penulisan artikel dan videografi mulai tumbuh.
Gadis 16 tahun tersebut mengaku, terinspirasi oleh pembina jurnalistiknya, Kak Albi. Dia sering terlibat dalam dokumentasi acara, editing video, hingga penulisan artikel. Berbagai seminar yang diikutinya juga semakin membuka wawasannya tentang dunia kreatif digital.
Baca Juga: Meyke Lelyanasari: Nikmati Dinamika Menjadi Kepala Desa
Kerja kerasnya membuahkan hasil. Ais berhasil meraih juara 3 Video Competition Greenator Feat 2025, juara 2 Water Ranger Competition 2025, hingga juara 1 videografi Universitas Kusuma Husada Surakarta 2026.
Menurutnya, proses paling menantang dalam videografi adalah menyusun skenario cerita dan menyesuaikan waktu produksi yang kerap mepet tenggat pengumpulan. Meski begitu, dia menikmati proses pengambilan video bersama tim karena penuh kerja sama dan kebersamaan.
“Bagi saya, perjalanan ini bukan hanya tentang penghargaan. Tapi, tentang bagaimana saya berhasil melawan rasa takut dan berani menjadi versi terbaik dari diri saya," pungkasnya. (ewi/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko