MENULIS jurnal harian menjadi sarana Tsalitsa Fatma Rosyida untuk mengabadikan pengalaman. Juga mencurahkan perasaan dan pikiran yang dirasakan setiap hari.
Tsalitsa tertarik menulis jurnal harian karena bisa membantu mengekspresikan perasaan dan pikiran. Selain itu, ketika selesai mengunjungi suatu tempat bisa mengingat memori dari tempat tersebut.
‘’Awalnya mencoba menulis jurnal karena ingin menuangkan perasaan dan pengalaman pribadi. Lama-kelamaan merasa kegiatan ini bermanfaat, sehingga menjadi kebiasaan hingga sekarang,” ungkap mahasiswi asal Desa Sumberagung, Kecamatan Kepohbaru.
Mahasiswi 22 tahun itu, merasa lebih tenang dan lega setelah melakukan menulis jurnal harian. Juga membantu merefleksikan diri dan melihat perkembangan diri dari waktu ke waktu. Walau terkadang malas atau kehabisan ide untuk ditulis
‘’Namun, bisa mengatasinya dengan menulis hal-hal sederhana yang dirasakan hari itu,” jelas mahasiswi Universitas Negeri Malang (UM) itu.
Tsalitsa bertekad terus menulis jurnal, juga menjadikan journaling sebagai kebiasaan positif. Sehingga bisa menjaga kesehatan mental dan mengembangkan diri. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana