ATIKAH Fairuz Khalisah, pelajar yang masih merasa bingung ingin jadi apa. Pernah diarahkan orang tua menjadi TNI/Polri tapi tak mau, hingga ingin jadi desainer namun tak suka menggambar.
"Akhirnya masih belum tahu mau jadi apa," ujar pelajar akrab disapa Alisa itu. Sehingga, lanjut dia, kini sedang fokus belajar di bangku sekolah dan ekstrakurikuler. Pelajar kelas 11 MA Sunan Drajat Kedungsantren itu mengaku mengikuti beberapa organisasi, dari qori', banjari, sampai gabungan silat pemuda Islam atau gaspi.
"Itu di pondok, kalau di sekolah ikut pramuka dan OSIS," ucapnya. Bagi dia, semua organisasi diikuti menyenangkan. Menurutnya, qori' bisa menenangkan ditambah jadwal harian ponpes membaca Alquran.
Ada ketenangan dan kenyamanan di dalamnya. "Meski dulu belum ada bakar di suara, dicoba terus jadi yakin dan bisa," katanya. Tak hanya itu, dari kecintaannya berorganisasi, Alisa berhasil mengantongi medali emas tingkat kabupaten untuk kompetisi pencak silat.
"Pernah ikut Bojonegoro Championship itu peserta dari luar kota juga banyak, Alhamdulillah bisa dapat medali emas," syukur pelajar 16 tahun itu. (yna/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana