Sosok duta wisata bukan sekadar wajah promosi. Di tangan generasi muda seperti Sherly Denda Herwieka Fitrie, peran itu menjelma menjadi ruang belajar sekaligus panggung pembuktian diri.
Siswi kelas 12 kelahiran Blora, 6 Oktober 2008 itu kini menjalani hari-harinya dengan ritme padat. Latihan bola basket, taekwondo, hingga persiapan kuliah dijalani beriringan. Namun, di sela kesibukan itu, Sherly tetap menempatkan perannya sebagai duta wisata sebagai prioritas yang tak kalah penting.
"Banyak pengalaman baru yang saya dapat. Saya pernah menjadi juri fashion show, juga diminta menampilkan karya desainer hingga promosi acara," ujarnya. Baginya, pengalaman tersebut bukan sekadar aktivitas seremonial, melainkan proses membangun kepercayaan diri dan memperluas jejaring.
Ketertarikannya di dunia duta wisata bukan tanpa alasan. Sherly merasa passion-nya memang berada di sana. Apalagi, sebelumnya ia telah menorehkan prestasi sebagai Juara 1 Duta Sekolah SMARANSA 2025 yang mengantarkannya maju ke tingkat kabupaten.
Meski mengakui tidak masuk nominasi 12 besar, Sherly tidak memandang hal itu sebagai kegagalan. Gelar Duta Wisata Blora tetap ia maknai sebagai tanggung jawab besar. Ia pun menyoroti pentingnya promosi digital sebagai strategi efektif mengenalkan potensi daerah.
"Konten itu memang terlihat sederhana, tetapi nilai utamanya ada pada bagaimana kita mengemasnya," katanya.
Sherly juga menilai pengembangan pariwisata Blora tidak bisa lepas dari pembenahan infrastruktur. Menurutnya, akses yang memadai akan membuka peluang kunjungan lebih luas. Di sisi lain, kreativitas dalam mengelola objek wisata juga perlu ditingkatkan agar tidak monoton.
Ke depan, Sherly menyimpan mimpi menjadi seorang dokter. Namun, lebih dari itu, ia ingin tumbuh di lingkungan yang positif dan saling menginspirasi. Baginya, perjalanan sebagai duta wisata hanyalah awal dari langkah panjang menuju cita-cita yang lebih besar. (hul/zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana