DUNIA kreatif di era digital membuka banyak peluang bagi anak muda untuk mengekspresikan ide dan bakat, seperti yang dirasakan Shania Cahyaningtian. Perempuan 22 tahun asal Kecamatan Sumberrejoini menekuni dunia konten kreatif, khususnya dalam pembuatan dan pengeditan video.
Bagi mahasiswi semester akhir Universitas Bojonegoro (Unigoro) itu, membuat konten bukan hanya merekam gambar. Ia melihatnya sebagai cara menyampaikan cerita dan pesan kepada penonton melalui visual yang menarik.
“Video bukan hanya rekaman gambar, tapi juga cerita yang bisa disampaikan lewat visual dan alur yang kuat,” ujarnya.
Shania sendiri mulai aktif membuat konten sejak 2024. Awalnya hanya mencoba mengabadikan momen sehari-hari melalui video sederhana. Dari situ muncul rasa penasaran untuk mempelajari teknik pengambilan gambar hingga proses editing.
Seiring waktu, ketertarikannya berkembang menjadi hobi yang terus ia tekuni. Ia juga mulai memanfaatkan platform digital dengan menekuni bidang affiliate TikTok sejak awal 2025.
Dalam proses membuat konten, Shania mengaku paling menikmati tahap editing. Di bagian tersebut bisa menyusun potongan video, menyesuaikan warna, hingga menambahkan musik agar hasilnya lebih menarik.
“Bagian editing itu yang paling saya nikmati, karena di situ ide bisa berkembang dan video terasa lebih hidup,” katanya.
Perjalanannya di dunia kreatif juga membawanya mengikuti berbagai pelatihan. Ia pernah mengikuti bootcamp yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) Bojonegoro serta pelatihan kreatif di Nusa Academy Jakarta.
Di tengah aktivitasnya, juga bekerja paruh waktu di Yanto Garment and Printing House Bojonegoro sejak semester pertama kuliah.
Kedepan, Shania berharap dapat terus mengembangkan kemampuan di bidang kreatif serta menginspirasi generasi muda agar berani mengeksplorasi ide dan peluang di era digital. (kam/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana