HARI Sabtu menjadi hari yang selalu dinantikan Aurelia Putri Vinetta Syahbilla. Rutin membuat kegiatan menarik setiap akhir pekan.
Ketua organisasi Sabtu Dolanan (Sabdo) di SMPN 1 Bojonegoro siswi kelas 8 ini, bersama pengurusnya akhir pekan sebagai waktu hiburan dan jalan-jalan, setelah diterjang banyaknya aktivitas pembelajaran.
''Tujuan lainnya sebagai wadah pelestarian budaya dan kesenian," ungkap siswi 14 tahun itu.
Vinetta tertarik menjadi bagian Sabdo karena organisasi tersebut dapat menambah pengalaman dan relasi, serta membuat lebih banyak bersosialisasi. Terlebih bisa dengan leluasa menyampaikan pendapat, atau menyumbangkan ide untuk organisasi baru itu.
''Banyak sekali ide-ide saya dan teman-teman yang sudah terealisasikan. Mulai dari penampilan bakat siswa hingga pelestarian budaya melalui permainan tradisional, misalnya jamuran, engklek, dan egrang," jelas siswi tinggal di Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro Kota itu.
Selama menjadi bagian dari Sabdo, Vinetta dapat belajar sistem kepemimpinan, cara komunikasi yang baik, lalu meningkatkan skill public speaking. Dengan begitu, mendapatkan banyak teman baru dengan ragam karakter, baik dari dalam sekolah, maupun di luar sekolah.
''Semua itu tentu saja bisa didapatkan karena lingkungan di sekitar mendukung untuk perkembangan setiap individu," ungkap siswi SMPN 1 Bojonegoro tersebut.
Namun Vinetta harus bijak membagi waktu, antara pelajaran, organisasi dan ekstrakulikuler. Terkadang perasaan overthingking muncul ketika jadwal ujian bertabrakan dengan kegiatan organisasi. Takut nilai turun, kegiatan organisasi gagal, akhirnya semangat jadi menurun.
''Akan tetapi, hal itu segera diatasi dengan membuat penjadwalan atau dikenal dengan Management Time. Sehingga halangan untuk menyeimbangkan antara pelajaran dan organisasi menghilang seiring berjalannya waktu," terangnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana