DI USIA yang menginjak 17 tahun, Shireen Gadis Nayla memilih jalan yang tak biasa. Remaja asal Dusun Badug, Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo ini aktif menekuni dunia modeling, public speaking, hingga advokasi kebudayaan dan pariwisata.
Keseriusannya tumbuh sekitar setahun terakhir. Tepatnya, sejak terlibat aktif dalam ajang Duta Pemuda Kebudayaan Bojonegoro 2025.
Berawal dari ketertarikan terhadap budaya lokal. Tumbuh menjadi keinginan untuk memberikan kontribusi nyata bagi daerah.
Bagi Shireen sapaannya, budaya merupakan jati diri daerah. Dan, pariwisata yang berkelanjutan hanya bisa tumbuh jika budaya lokal terjaga dan dihargai.
“Generasi muda sangat berperan penting dalam hal ini,” ujar siswa SMAN 1 Sumberrejo Tersebut.
Pengalaman mengikuti advokasi kebudayaan, presentasi publik, hingga pembuatan konten promosi mengasah kepekaannya.
Ia pun menyadari, menjadi duta kebudayaan bukan soal gelar, melainkan tanggung jawab menjaga identitas daerah.
Bagian yang paling ia nikmati adalah bertemu para pegiat budaya, orang-orang hebat yang mengajarkannya makna pengabdian.
Ada suka dan duka yang dilalui. Relasi dan pengalaman menjadi hadiah terindah, sementara lelah dan tekanan justru menempa mentalnya.
Menariknya, Shireen mengaku tak terlalu feminin. Ia justru akrab dengan handball dan voli.
Hingga sang kakak mendorongnya masuk dunia modeling. Pintu yang akhirnya membawanya pada kecintaan terhadap budaya.
Dengan tekad kuat berbalut semangat, Shireen sukses menyandang predikat Runner Up 1 Duta Pemuda Kebudayaan Bojonegoro 2025.
Dan, kini tengah mendaftar sebagai Duta Pariwisata Jawa Timur 2026. Dia berharap, bisa menjadi representasi generasi muda yang aktif dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan di Bojonegoro.
Juga, memajukan serta mempromosikan pariwisata Jawa Timur secara beretika dan berkelanjutan.
“Terima kasih untuk keluarga di rumah dan di sekolah. Khususnya, Bapak Kepala Sekolah atas doa dan dukungannya,” pungkasnya. (ewi/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko