ANGKA dan kata, dua dunia yang sekilas berbeda, tapi sama-sama memberi kebahagiaan bagi Adinda Mahardina.
Perempuan 20 tahun tersebut telah akrab dengan hitungan sejak masih duduk di bangku SD.
Baginya, matematika bukan sekadar rumus, melainkan kepastian. Sebuah keyakinan yang tumbuh dari nasihat sang mama, bahwa matematika itu mudah dan pasti.
Sementara itu, kegemaran membaca datang menyusul, tepatnya sejak SMP. Bermula dari coba-coba membaca cerita di Wattpad, Adinda perlahan jatuh cinta pada halaman-halaman yang membuka banyak pintu pengetahuan.
Dari sana, ia belajar mengenal emosi, cara berpikir orang lain, dan melihat dunia dari beragam sudut pandang.
“Keduanya seru. Matematika seru, kalau bisa memecahkan soal yang awalnya sulit itu jadi ada kepuasan tersendiri.
Membaca seru, karena bisa tau banyak hal yang sebelumnya tidak tahu, jadi menambah wawasan,” terang gadis tinggal di Kelurahan Sumbang, Bojonegoro tersebut.
Bagi Adinda, matematika memberinya pelajaran tentang ketelitian, fokus, dan logika. Meski tak jarang lelah dan stres saat harus berkutat lama dengan angka.
Namun, ada kepuasan tersendiri, saat ia berhasil memecahkan soal-soal tersebut.
Membaca pun demikian. Menenangkan, memperluas wawasan. Meski kadang rasa malas datang. Apalagi saat berhadapan dengan buku tebal.
Dari angka dan kata, Adinda belajar satu hal penting. Bahwa minat bisa tumbuh jika diberi kesempatan. Yang sulit pun bisa menjadi menyenangkan ketika dipahami.
Harapannya sederhana, bisa terus suka sama matematika dan membaca. Bisa lebih teliti, fokus, berpikir logis, dan kritis.
“Semoga bisa mendapat wawasan yang lebih luas, memahami diri sendiri dan orang lain. Dan, bisa menjadi bekal buat masa depan,” pungkas mahasiswa Universitas Bojonegoro tersebut. (ewi/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko