BAGI Mike Zainul Milla, pendidikan tak berhenti di ruang kelas. Setiap sore, menukar spidol dengan raket badminton di tempat belajar tentang ketekunan dan sportivitas.
Guru Bahasa Inggris asal Desa Bangilan, Kecamatan Kapas itu mengaku, terbiasa beberapa kali ikut turnamen, sekadar mengasah diri dan semangat yang juga ditanamkan pada siswanya di SMKN Trucuk. “Belajar badminton selain dapat sehat juga skill,” ujarnya.
Namun semangat Mike tak berhenti di olahraga. Ia aktif menjadi relawan di Kelas Inspirasi Bojonegoro, untuk memahami dunia pendidikan dengan cara yang lebih luas. “Saya ingin melihat pendidikan dari kaca mata lain, terutama di wilayah rural (pedesaan) dan remote area (terpencil),” tuturnya.
Setahun terakhir, Mike juga dipercaya sebagai mentor di Leadership Project melalui program Bojonegoro Future Leaders. Di sana, ia membimbing anak muda agar berani memimpin dan terus belajar.
“Harapan saya sederhana, bisa berbagi ilmu dan pengalaman untuk skala yang lebih luas dalam bentuk apa pun,” pungkas perempuan berjilbab dan berkacamata itu. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana