MEMASAK dan mendengarkan musik bukan hanya kegiatan untuk mengisi waktu luang bagi Ellysa Zalzia. Sebaliknya memasak dan mendengarkan musik menjadi terapi tersendiri untuk menenangkan pikiran dan susana hati.
‘’Terutama ketika menikmati waktu sendiri,” ungkap mahasiswi asal Desa Belun, Kecamatan Temayang tersebut.
Ketika mendengarkan musik hati Ellysa merasa tenang. Juga menghilangkan stres. Hal tersebut juga terjadi saat mahasisiwi 25 tahun menonton film. Namun terkadang terbawa emosi atau perasaan ketika terlalu menikmati musik atau film.
‘’Terkadang lupa waktu saat menikmati musik atau film,” jelas mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro itu.
Sementara saat memesak, selain membuat hati senang, bisa menjadi sarana menambah keterampilan dan meningkatkan kreativitas memasak. Meski beberapa kali hasil masakan tak sesuai harapan.
‘’Tidak mau terlalu berharap ketika memasak, takut tak sesuai ekspektasi,” ujarnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana