BERAWAL dari ketidaklihaian, kini menggambar menjadi hal yang sangat disenangi Nyunik Nur Cholipah.
Meski awalnya hanya untuk membantu anak menyelesaikan tugas mewarnai di sekolah. Namun, sekarang aktivitas ini menjadi candu.
Baginya menggambar bukan sekadar coret-coret, bukan pula hanya menuang cat air ke kanvas atau pensil warna di selembar kertas.
Ada rasa senang dan kenyamanan tersendiri di dalamnya. Sejak saat itu, Nyunik mengaku jadi rajin menggambar dan mewarnai.
Bahkan, sampai ikut kelas online di WhatsApp yakni Komunitas Emak Belajar Gambar (Ember).
’’Informasi kelas ini dari Kak Choliz Mime. Latihan gambar sendiri biasanya dua hari sekali atau saat senggak. Kalau di komunitas setiap dua minggu sekali kirim tugas menggambar,” katanya.
Menurut dia, menggambar merupakan kegiatan yang dapat menyegarkan pikiran, terutama saat sedang buntu atau ruwet.
Tapi, lanjut dia, saat hasil gambar selesai timbul rasa senang dan bangga. Sebab, berhasil menyelesaikan suatu karya yang bisa dinikmati orang lain.
’’Meski kalau gambar masih pakai referensi di Pinterest,” ucapnya tersenyum. Perempuan asal Desa/Kecamatan Kapas ini mengaku suka menggambar semua hal, namun biasanya lebih ke realistis.
Media digunakan pun cukup beragam dari krayon, cat air, cat akrilik, acrylic marker, hingga pensil warna. Semua digunakan sesuai peruntukan.
’’Karena kesukaan saya ini juga yang membuat sekarang mengajar ekstrakurikuler menggambar di SDN Margomulyo 2 dan SDN Mayangkawis, Kecamatan Balen,” ucap guru TK Dharma Wanita Kabunan, Kecamatan Balen itu. (yna/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko