SEBAGAI guru bimbingan dan konseling (BK), Isna Ni'matus Sholihah bertekad mendukung program sekolah ramah anak (SRA). Salah satunya dengan membuat inovasi Senada atau Sinergi edukasi, advokasi, dan transformasi anti kekerasan.
Inovasi tersebut digunakan untuk memfasilitasi komunikasi antara sekolah dan stakeholder, saluran penyedia informasi edukasi anak dan orang tua, sarana melaporkan masalah kekerasan serta dukungan profesional bagi yang membutuhkan bantuan serta bentuk komitmen sekolah untuk perwujudan SRA.
"Sementara ini dalam bentuk WhatsApp," ungkap guru SMKN 2 Bojonegoro tersebut.
Melalui inovasi Senada, Isna ingin ada solusi untuk melibatkan seluruh civitas akademika. Tentu untuk terlibat dan berkomitmen terhadap perwujudan sekolah ramah anak dan tercapainya kesejahteraan psikologis siswa.
Inovasi tersebut membuat alumnus Universitas Queensland, Australia itu meraih penghargaan 30 besar East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2025. Prestasi tersebut membuat Isna senang dan bangga. Terlebih bisa ikut berkontribusi sebagai inovator di bidang pendidikan. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana