DI TENGAH kesibukan sebagai seorang ibu satu anak, dan bekerja sebagai legal assistant. Elisma Herdinawati tetap konsisten menebar semangat literasi melalui konten digital seputar dunia buku. Perempuan asal Desa/Kecamatan Sugihwaras, ini aktif sebagai bookstagramer.
Kecintaannya pada buku tumbuh sejak masa SMP, bermula saat sang paman menghadiahinya novel Laskar Pelangi. Sejak itu, setiap Lebaran ia selalu menerima buku-buku self-improvement sebagai oleh-oleh.
’’Sudah bagian dari gaya hidup sih,” ungkap alumnus Universitas Indonesia (UI) itu.
Aktivitasnya sebagai pembuat konten literasi dimulai empat tahun lalu, setelah ia memutuskan resign dari profesinya sebagai transfer pricing consultant di Jakarta dan kembali ke kampung halaman.
Awalnya, hanya iseng mengunggah progress baca buku di Instagram. Namun, respons positif di media sosial membuatnya makin semangat berbagi.
’’Akhirnya, sering ngonten buat nyenengin diri sendiri. Eh, ternyata banyak ketemu teman dan komunitas sehobi, akhirnya jadi nyemplung sekalian di dunia literasi,” jelasnya.
Elisma juga ingin melihat ekosistem literasi di daerahnya berkembang lebih sehat, inklusif, dan menyenangkan. Menurutnya, peran perpustakaan daerah dan relawan literasi sudah cukup kuat, namun tetap butuh dukungan dalam bentuk fasilitas yang nyaman dan akses yang lebih luas.
’’Semoga semakin banyak sarana dan fasilitas baca yang ramah terhadap pembaca pemula, menyediakan akses buku yang lengkap, tempat yang nyaman, untuk membaca, berkumpul, dan berdiskusi,” pungkasnya. (dan/bgs)